Upah Di Bawah UMK, 500 Buruh Hari Mau Indah (HMI) Unjuk Rasa

0
4285
Aksi buruh HMI menggeruduk kantor perusahaan di Kabupaten Tangerang (24/2). Foto: SBKU HMI
Aksi buruh HMI menggeruduk kantor perusahaan di Kabupaten Tangerang (24/2). Foto: SBKU HMI

Tangerang, 24 Februari 2020. Sejumlah buruh PT Hari Mau Indah (HMI) melakukan aksi unjuk rasa. Diketahui sebanyak 500 buruh yang tergabung dalam 2 serikat yaitu FSBKU dan GARTEKS bersepakat untuk melakukan aksi bersama.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap sistem pengupahan yang ditetapkan perusahaan yang menyebabkan upah jauh di bawah ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Buruh mengatakan upah yang harusnya diterima periode Mei 2019 sampai Januari 2020 adalah sebesar Rp. 3.600.000. Namun perusahaan hanya membayarkan upah Rp. 1.500.000 perbulannya.

Upah itu pun dibayarkan secara bertahan setiap minggu dengan rincian minggu pertama sebesar Rp. 500.000, minggu kedua Rp. 300.000, minggu ketiga Rp. 200.000, minggu keempat Rp. 500.000. Akibat sistem pengupahan ini, banyak tunggakan sisa upah yang harus dibayarkan perusahan kepada pekerjanya terhitung dari periode Mei 2019 sampai Januari 2020.

Aksi bersama ini pun sebagai bentuk respon dan perlawanan terhadap upaya pembungkaman ruang demokrasi yang dilakukan perusahaan terhadap pekerjanya. Perlu diketahui juga sampai aksi ini berlangsung perusahaan tidak memperbolehkan buruh yang tergabung dalam serikat buruh untuk masuk kerja.

Ida Royani, Ketua SBKU HMI mengatakan, “aksi bersama yang dilakukan buruh PT. HMI merupakan bukti yang menunjukan bahwa perusahaan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan.”

“Perusahaan mengabaikan apa yang menjadi hak pekerjanya yaitu tunggakan upah. Sementara itu, perusahaanmalah mencederai proses penyelesaian kasus yang sedang dan coba dilakukan melalui mediasi, Bipartit, Tripartit dengan malah membuka perekrutan pekerja baru dari perusahaan outsourcing,” sambung Ida.

Buruh menuntut perusahaan PT. HARI MAU INDAH :

  1. Jalan SK GUBERNUR tentang pengupahan
  2. Bayarkan tunggakan upah perusahaan terhadap pekerjanya
  3. Aktifkan kembali BPJS KESEHATAN dan KETENAGAKERJAAN
  4. Berikan kebebasan berserikat
  5. Hentikan Diskriminasi dan Intimidasi dilingkungan perusahaan
  6. Angkat Buruh Harian Lepas menjadi Buruh Tetap

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here