Suara Perempuan Bandung Mengecam Kekerasan Aparat

0
167
Aksi ibu-ibu dalam Suara Perempuan mengecam kekerasan aparat dalam menangani massa aksi (10/10). Foto: common creative
Aksi ibu-ibu dalam Suara Perempuan mengecam kekerasan aparat dalam menangani massa aksi (10/10). Foto: common creative

Berawal dari obrolan santai para perempuan yang sama-sama resah dengan situasi kota, muncullah ide untuk membentuk suatu wadah yang dapat mengakomodir suara perempuan

Maka, “Suara Perempuan Bandung” adalah nama yang kami harapkan dapat menjadi energi bagi perempuan-perempuan di Bandung serta di manapun untuk dapat menyuarakan keresahan seluas-luasnya

Suara Perempuan Bandung ada untuk suara-suara perempuan yang diredam. Kasus kekerasan aparat yang terjadi di Bandung pada saat demonstrasi tanggal 23, 24 dan 30 September 2019 meremukkan hati kami.

Ratusan massa aksi yang menyuarakan keresahannya atas kebijakan negara yang tak bijak malah digempur gas air mata dan peluru karet. Banyak yang terluka. Bahkan posko darurat medis di Gasibu, pada tanggal 30 September, ditembaki gas air mata. Saat itu, kemanusiaan hilang. Demokrasi? Entah ke mana.

Kami tidak boleh diam saja melihat kesewenangan di depan mata. Tiap hari di media sosial beredar video/ foto pemukulan, penangkapan, dan pengancaman. Kami tidak mau itu terus berlanjut.

Negara harus menjalankan demokrasi sepenuhnya, dan seluruh rakyat punya hak atas demokrasi.

Suara Perempuan Bandung, yang terdiri seluruh elemen rakyat mendukung penuh demonstrasi beserta tuntutannya (7+1) yang dilakukan pelajar, mahasiswa, buruh, perempuan, serta semua rakyat pada 23, 24, dan 30 September 2019.

Dengan ini Suara Perempuan Bandung menuntut:

  • Pernyataan tertulis dari Kapolres Bandung untuk tidak lagi melakukan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun terhadap siapapun yang menyampaikan pendapat. Sebab, siapapun yang menyampaikan pendapat dilindungi dalam UU 1945 dan UU No. 9 Tahun 1998
  • Pihak Sekolah dan Kepolisian untuk mengembalikan hak menyampaikan pendapat pada pelajar sekolah, baik tingkat SD, SMP, SMA dan Pendidikan Tinggi yang ada di Bandung
  • Bentuk Tim Independen untuk menginvestigasi dan mengadili aparat pelaku kekerasan!

Bandung, 10 Oktober 2019.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here