Solidaritas untuk Buruh PT Nanbu

0
225

Di dalam sistem kapitalisme buruh tak lebih berharga dari kardus, kapas dan mesin. Jika mesin rusak maka perusahaan akan segera memperbaiki bahkan mengganti mesin-mesinnya. Namun bagaimana dengan nasib buruhnya? Buruh sangat tidak di hargai kemanusiaannya, bahkan dianggap lebih hina dari sebuah barang atau mesin, padahal dari setiap detik dari kerja-kerja manusia lah barang bisa jadi bernilai dan menghasilkan keuntungan bagi peruusahaan.

Atika Nafitasari buruh PT.Nanbu Plastic Indonesia yang merupakan bagian dari line produksi dari perusahaan otomotif Toyota asal Jepang mengalami kecelakan kerja, jari tengahnya terpotong saat sedang produksi. Bukanya PT.Nanbu bertanggung jawab, Atika malah dibuang begitu saja dengan melakukan PHK, bahkan perusahaan tidak membayarkan BPJS.

Selain terdapat permasalahan kerja kontrak dan kecelakaan kerja, juga pada tanggal 1 – 2 April PT.Nanbu melakukan PHK terhadap 61 buruhnya secara sepihak. Pengusiran tersebut dilakukan melibatkan sekuriti, preman dan aparat kepolisian juga TNI.

PHK tersebut juga dialami oleh ketua, pengurus inti dan anggota Serikat Buruh Bumi Manusia (SEBUMI). Hal tersebut adalah bentuk pemberangusan serikat pekerja yang merupakan tindak pidana hukum ketenagakerjaan.
PT. Nanbu sampai saat ini tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan setiap masalah ini.

Kami dari Konfederasi Serikat Nasional Bandung menyatakan sikap:

1. Menuntut PT. Nanbu untuk bertanggung jawab kepada Atika Nafitasari.

2. Pekerjakan kembali Atika dan kawan-kawan Buruh yang di PHK secara sepihak.

3. Tangkap dan adili manajemen PT. Nanbu karena telah melakukan Pemberangusan serikat buruh.

4. Mengecam tindakan perusahaan yg melibatkan preman, polisi dan TNI di dalam perusahaan.

5. Berlakukan Jaminan Sosial Transformatif, kesehatan, pendidikan, perumahan dan hiburan gratis untuk seluruh rakyat indonesia.

6. Menyerukan kepada seluruh rakyat pekerja di indonesia untuk membangun organisasi perjuangan dan saling bersolidaritas melawan kesewenang-wenangan penguasa dan pengusaha.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here