SIARAN PERS KASUS TUDUHAN MANGKIR STAFF PERMATABANK

0
540

Pada hari Rabu 27 Desember 2017 di Pengadilan Negeri Serang dilakukan proses pengadilan perselisihan hubungan industrial lanjutan antara Saudari Ida Margaret Liani dengan PermataBank dengan kasus tuduhan Mangkir kepada Staff PermataBank yang sudah bekerja selama 15 tahun.

Kuasa hukum PermataBank menghadirkan Saudari Yenny Halim – Head Process Control Management Network Retail Banking sebagai atasan dari Ida Margaret Liani dan Saudari Ratna Rasmi sebagai HRBP Network Retail Banking untuk dijadikan sebagai saksi mewakili manajemen PermataBank.

Pada kesaksian diperoleh keterangan bahwa Saudari Yenny Halim sama sekali tidak pernah menghormati Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sekalipun jabatannya membawahi kepentingan banyak karywan, Saudari Yenny Halim hanya pernah membaca sekilas PKB sewaktu pertama kali bergabung di PermataBank dan selanjutnya hanya sekedar melihat sebagian saja. Ironis karena PKB adalah peraturan yang berlaku mengatur hak dan kewajiban Pekerja dan atasan di PermataBank.

Mengenai adanya tuduhan mangkir, dimana hal itu berawal dari penugasan Saudari Ida Margaret Liani dari Bintaro ke Hayam Wuruk pun Saudari Yenny Halim tidak dapat menunjukkan ada dipasal mana aturan yang mengatur tentang penugasan dalam PKB.

Penugasan Saudari Ida Margaret Liani dari Bintaro ke Hayam Wuruk adalah untuk melakukan Project Pembenahan Safe Deposit Box (SDB) di PermataBank Hayam Wuruk, Namun Saudari Yenny Halim mengakui Project SDB dinilai sangat penting, walau bertolak belakang ketika selama 5 (lima) bulan pun, hingga sampai keluarnya surat skorsing, membiarkan pekerjaan tersebut tidak disentuh / ditangani siapapun termasuk tidak serta merta atasan langsung Saudari Ida mengambil alih dan/atau menunjuk orang baru.

Hal yang cukup krusial ketika persidangan mengungkapkan adanya indikasi perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Saudari Yenny Halim kepada Saudari Ida Margaret Liani di saat meeting tim yang dihadiri oleh staff di bawah koordinasi Saudari Yenny Halim sebelum Saudari Ida Margaret Liani ditugaskan ke PermataBank Hayam Wuruk. Indikasi tersebut dibuktikan dengan adanya dokumen surat pernyataan pembenaran terjadi perbuatan tidak menyenangkan dari beberapa karyawan, hal itu membuat Saudari Yenny Halim terdiam dan tidak mengeluarkan komentar apapun terkait hal itu.

Di samping itu kesaksian Saudari Ratna Rasmi sebagai HRBP Network Retail Banking juga membuat tanda tanya besar ketika ybs tidak memahami isi dari Perjanjian Kerja Bersama, Saudari Ratna Rasmi menyampaikan bahwa persidangan adalah tripartit. Dengan proses persidangan tersebut menjadi catatan bagi kedua kuasa hukum baik penggugat maupun tergugat dan majelis hakim atas pernyataan saksi-saksi tersebut sebagai bahan kesimpulan masing-masing untuk disampaikan kepada majelis sebagai pertimbangan dalam memutuskan perselisihan ini.

Arogansi kekuasan atasan dengan menggunakan MANGKIR yang tidak dapat dibuktikan masih terjadi dibeberapa kasus perselisihan hubungan industrial, hal ini menjadi catatan penting bahwa pemahaman mengenai PKB dan Undang-Undang Ketenagakerjaan sangatlah penting untuk dimengerti oleh semua atasan Pekerja, apalagi untuk staff HR, sehingga perselisihan dapat diselesaikan dengan baik-baik tanpa harus ke pengadilan.

Semoga keadilan dan kedamaian dapat segera terwujud diakhir tahun 2017 menjelang pergantian tahun 2018.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here