Buruh Tambang PT. IWIP, Pemuda/Mahasiswa dan Forum Perjuangan Buruh Halmahera Tengah

0
508

Salam Demokrasi !
Hidup buruh !
Tabea . . .

Disampaikan kepada semua pekerja/buruh PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PIWIP), bahwa hasil kerja keras kawan-kawan buruh semua lewat aksi protes yang digelar pada Sabtu, 4 April 2020 telah mendapatkan hasil.

Bahwa dua point tuntutan kita soal “pekerja menolak ditempatkan di mes ditengah pandemi COVID-19” dan “bayarkan upah pokok atau pekerjakan kembali buruh yang cuti/di jeda” telah dipenuhi oleh pihak perusahaan.

Pihak menejemen PT.IWIP telah mengeluarkan memo terbaru yang isiannya di antaranya :

  1. Menejemen PT. IWIP telah memperbaharui kebijakan terkait akses masuk keluar area proyek Weda Bay dengan cara membatalkan Memo yang di keluarkan tanggal 29 Maret 2020 dan dinyatakan tidak berlaku lagi
  2. Seluruh karyawan yang saat ini sementara bekerja, mengikuti prosedur kerja normal seperti biasa sesuai dengan roster dan posisi/jabatan dalam pekerjaan di Departemen masing-masing
  3. Bagi karyawan yang saat ini sementara cuti, jeda, izin (izin resmi dengan upah atau izin resmi dengan potong upah) maupun mangkir, yang tidak diperkenankan untuk masuk kembali ke area proyek Weda Bay, khususnya untuk yang ber-KTP Halmahera Tengah dan tidak melakukan perjalanan ke daerah yang telah terinfeksi virus COVID-19, maka saat ini akan dipanggil kembali untuk bekerja setelah perusahaan mendapatkan data yang jelas dan surat pernyataan dari karyawan bersangkutan yang diketahui pemerintah Desa setempat terkait catatan perjalanannya selama tidak bekerja, dan dinyatakan sehat untuk bekerja sesuai hasil MCU Screening di Klinik Perusahaan. Jika hasil MCU Screening dinyatakan karyawan tidak sehat, maka karyawan bersangkutan belum dapat masuk bekerja saat ini
  4. Terkait pencegahan virus COVID-19 di area proyek Weda Bay, maka seluruh karyawan diwajibkan untuk dicek suhu tubuhnya setiap hari pada setiap pintu masuk ke area proyek Weda Bay

Untuk itu dikarenakan belum semua dari sembilan poin tuntutan kita terpenuhi, dan sesuai dengan statement dari Bapak Marlon selaku Site Manager PT. IWIP, pada hering terbuka saat aksi pada 4 April 2020 kemarin, bahwa beliau atau pihak manejemen perusahaan akan datang langsung ke Desa Sagea-Kiya, dan menyampaikan hasil rapat pihak manejemen soal pembahasan tuntutan dari aksi buruh tambang. Maka dari itu, di himbau kepada seluruh buruh PT. IWIP untuk tetap bersatu dan komitmen pada kesepakat kita bersama diawal. Bahwa kesepakatan kita bersama adalah bertemu dengan pihak perusahaan mengingat statemen dari Pak Marlon, beliau dan pihak manejemen perusahaan akan datang dan menyampaikan respons soal tuntutan buruh paling lambat pada Senin, 6 April 2020.

Menurut informasi yang di dapat dari warga, bahwa Bupati Kab. Halmahera Tengah menghimbau untuk pertemuan yang membahas soal respons tuntutan buruh tambang PT. IWIP akan dilaksanakan di Dinas Kabupaten pada hari Senin, 06 April 2020 Pukul 14:00 WIT di Ruang Rapat Bupati Halmahera Tengah, dengan menghadirkan Pemerintah Kabupaten HalmaheraTengah, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Manejemen PT. IWIP, Ketua SPSI PT. IWIP dan Kordinator Aksi Buruh, Mahasiswa, Pemuda dan Forum Perjuangan Buruh saat Tolak Memo manejemen PT. IWIP. Pemerintah Desa juga meminta perwakilan dari pekerja/buruh sebanyak tiga orang dari masing-masing Desa untuk mengikuti pertemuan.

Maka dihimbau kepada seluruh buruh tambang PT. IWIP bahwa sesuai kesepakatan bersama saat konsolidasi dan aksi, komitmen kita adalah pembahasan soal hasil tuntutan kita akan disampaikan secara terbuka dan langsung oleh pihak menejemen perusahaan di Desa Sagea-Kiya. Perlu di pertegas bahwa dari sembilan poin tuntutan buruh PT. IWIP saat aksi adalah ditujukan kepada manejemen perusahaan PT. IWIP, untuk itu dihimbau kepada setiap buruh dari desa Sagea-Kiya, Fritu, Wale, Yeke, Mesa dan Dotte, agar tidak menghadiri pertemuan di Ruang Rapat Bupati Halmahera Tengah pada tanggal 6 April 2020, juga tidak ada kewajiban dari pekerja/buruh termasuk perwakilan Serikat Pekerja Seluruh Indonsia (SPSI) PT. IWIP atau Weda Bay untuk menghadiri pertemuan tersebut, terlebih lagi SPSI selama ini hanya mengambil iuran serikat dari anggotanya saja dan tidak ada kontribusi sedikitpun dalam memperjuangkan hak-hak anggota serikatnya sejak dulu sampai hari ini.

Dan karena dari kesembilan tuntutan kita adalah ditujukan untuk pihak manejemen PT. IWIP, artinya jelas bahwa tidak ada hubungannya dengan pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Perlu diinformasikan bahwa para pekerja/buruh dari Desa Sagea-Kiya telah menolak dengan tegas menghadiri pertemuan di Dinas Kabupaten. Diharapkan komitmen kita bersama, dan prinsip persatuan kaum buruh tetap di pertahankan. Karena sebesar apapun tembok yang menghalang di depan nanti, sekuat apapun kebijakan yang merugikan yang dibuat oleh penguasa dan pengusaha untuk menghisap tenaga kerja buruh, jika buruh bersatu, maka segala benteng penghalang bisa kita robohkan !

 

Buruh bersatu, Tak bisa dikalahkan !

 

Salam Juang !

Lingkar Tambang
Minggu, 05 April 2020

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here