Pidato Politik PP FSBKU 16 Tahun FSBKU-KSN

0
120 views
Ketua Umum KSN, Koswara, memberikan pidato pada ulang tahun FBKU
Ketua Umum Pengurus Pusat FSBKU Koswara, memberikan pidato pada ulang tahun FBKU, Kredit: Indra

Bangun Serikat Buruh Kuat Sejahterakan Anggota dan Keluarganya

(Lawan Sistem Ekonomi Politik Kapitalisme)

Tangerang, 22 April 2016

Asalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Salam sejahtera bagi kita semua, Amin!

Yang pertama dan yang utama, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan rahmat dan hidayahNya kita masih diberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi segala macam bentuk penindasan dan bisa berkumpul ditempat ini.

Yang kedua sholawat serta salam ditujukan kepada Nabi yang menyelematkan atau mengentaskan umat manusia dari zaman pembodohan. Yang tentunya diharap syafaatnya di yaumul kiyamah nanti. Dan kepada para sahabat-sahabat Nabi dan keturunan-keturunanya semoga senantiasa terus menerus mengajak seluruh umat manusia untuk bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kawan-kawanku yang kami banggakan;

Terimakasih kami ucapkan kepada segenap susunan Pengurus FSBKU dan segenap seluruh susunan Panitia Pelaksana dalam acara peringatan 16 Tahun FSBKU. Dalam kesempatan yang diberikan oleh kami untuk menyampaikan beberapa hal yang penting bagi kami dalam rangka untuk membangun FSBKU menjadi organisasi yang besar dan kuat untuk mensejahterakan anggota dan keluarganya.

Dengan kegiatan ini kami mengajak sebentar menengok kebelakang untuk berevaluasi dan berefleksi agar mampu menatap tajam jauh kedepan untuk meraih kesejahteraan bersama.

Dalam kesempatan ini ada beberapa hal yang penting kami sampaikan kepada seluruh Anggota dan susunan Pengurus FSBKU disemua tingkatan.

Seluruh Susunan Pengurus dan Anggota FSBKU-KSN yang kami banggakan

Sebagai pembuka kami sampaikan.

Selamat Ulang Tahun FSBKU yang -16. Semoga tetap menjadi Organisasi Pelopor dan Penggerak Perubahan dinegeri ini.

Kehidupan sehari-hari yang kita jalankan seiring dengan usia kita dan menambah tua umur Organisasi yang kita cintai. Ingat baik-baik kawan, bagaimana kita dipertemukan dan disatukan dalam sebuah Organisasi FSBKU. Dari rasa senasib dan sepenanggungan yang sama terikat erat  untuk membangun sebuah keluarga yang lebih besar dan kuat. Berakar dari masalah yang sama tergenggam rasa saling peduli, gotong-royong dan saling bahu membahu.

Kawan-kawanku yang berbahagia

Enam belas tahun FSBKU menghimpun berbagai macam persolan kaum buruh. Enam belas tahun FSBKU menjadi tempat mencari solusi untuk mensejahterakan kaum buruh. Enam belas tahun FSBKU menyadarkan kaum buruh untuk peduli akan nasibnya. Enam belas tahun FSBKU menyatukan suara dan jeritan –jeritan kaum buruh, Enam belas tahun FSBKU berupaya untuk menjadi organisasi Pelopor dan Penggerak  Perubahan di negeri ini. Dan enambelas tahun FSBKU melatih dan mendidik kepada setiap kader.

Hal pertama yang kami sampikan.

Refleksi dan evaluasi menjadi syarat bagi organisasi yang ingin berubah lebih baik. Refleksi dan evaluasi bukan hal yang mudah bisa dilakukan oleh banyak organisasi. Refleksi dan Evaluasi untuk menyegarkan Pengurus agar lebih semangat dalam menjalankan kerja-kerja Organisasi  menyegarkan program atau kegiatan organisasi. Bukan niat kami untuk tidak melaksanakan Kongres yang mestinya kita laksanakan pada bulan ini, namun hal ini kita lakukan adalah masa transisi dari FSBKU untuk menjadi organisasi yang lebih kuat dan besar ditingkat Nasional. Yang diperlukan struktur yang kuat ditingkat Provinsi dan tingkat Kota/kab. Hal ini seiring dengan bertambahnya kader-kader maju FSBKU dari Serikat Buruh Anggota. Pembagian tugas dan wewenang serta kekuasaan wilayah pengorganisiran kepada kader –kader maju dari SBA FSBKU.

Kawan-kawanku yang kami banggakan.

Yang kedua:

May Day Hari Buruh Internasional tahun ini menjadi tahun yang istemewa dari pada May Day tahun-tahun sebelumnya. Bahwa gerakan/ mobilisasi masa buruh sangatlah diperhitungkan. Berbagai macam bentuk-bentuk larangan dari pemerintah, himbauan-himbauan dari aparat keamanan menjelang hari ulang tahun Buruh Internasional tahun ini baik secara tertulis maupun secara lisan langsung kepada para pimpinan serikat adalah upaya mengaburkan makna dari sejarah May Day. Maka penting bagi FSBKU dengan segenap kekuatan yang kita miliki untuk terus menerus menyerukan tuntutan-tuntutan kaum buruh untuk peningkatan kesejahteraan yang hakiki. Tolak Sistem Upah Murah, Tolak PHK sepihak, Tolak Sistem Kerja kontrak dan Outsourscing dan Tolak berbagai bentuk Pemberangusan Serikat Serta Tolak Privatisasi tetap menjadi tuntutan utama bagi kaum buruh.

Namun demikian penting kita sadari bahwa lawan dari kelas pekerja/buruh adalah sebuah sistem. Sebuah sistem yang sengaja dibuat oleh Penguasa untuk melanggengkan kekuasaanya dengan cara menjauhkan kelas pekerja dari kesejahteraan. Sistem ekonomi politik kapitallisme/ neoliberalisme harus kita lawan. Melawan sistem penjajahan gaya baru ini tidak cukup dengan aksi turun dijalan. Satu-satunya cara untuk melumpuhkan sistem kapitalisme adalah dengan cara memutus sendi/ rantai ekonomi kapitalisme. FSBKU harus memproyeksikan diri untuk membangun lembaga ekonomi yang mandiri. Dengan cara mengatur dan mendistribusikan serta memproduksi barang-barang yang dikonsumsi oleh anggota. Tak mudah memang untuk kita jalankan, karena keadaan/kondisi ekonomi yang rentan mempermudah kapitalisme untuk meyalurkan berbagai macam bentuk pinjaman baik melalui bank maupun rentenir.

Kawan-kawanku yang kami banggakan.

Akhir-kahir ini berbagai macam media masa terus menerus menyoroti tentang isu SARA. Perpolitikan dengan dasar isu identitas akan melahirkan konflik-konflik antar kelompok dalam kelompok. Kenapa hal ini terus digelorakan sejatinya agar supaya makna dari sistem ekonomi dan politik kapitalisme menjadi kabur. Pertarungan calon-calon gubernur dalam Pilkada menjadi contoh bahwa rakyat secara tidak lansung tidak menyadari bahwa calon-calon Gubernur adalah kaum pemodal. Kaum Pemodal  memiliki watak yang eksploitatif yang akan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dengan cara mengekplorasi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia untuk kepentingan individu atau kelompoknya.

Kawan-kawanku sekalian

Bahwa membangun organisasi itu merupakan sebuah amanat dan seperti halnya membangun rumah tangga. Hampir seluruh  gerakan buruh hanya terfokus kepada Upah, sedangkan semua itu ada hubungan antara buruh dengan rakyat, petani, nelayan dan kaum miskin kota. Bahwa manusia butuh untuk bertahan hidup kemudian berkembang dalam proses waktu sehingga timbul niat untuk berebut kepentingan. Kemudian timbul pertentangan kebutuhan hidup antara rakyat miskin kota dan buruh, dengan kaum borjuasi yang hanya dinikmati oleh segelintir orang yang ada di Negara ini.

Sejatinya manusia adalah mahluk spiritual, dan biologis. Tetapi untuk kaum borjuis, manusia adalah mahluk ekonomi yang menganggap bahwa ekonomi finansial adalah kebutuhan yang di atas segala aspek yang lain, yang kita kenal sebagai Neo Liberalisme.

Dari beberapa hal tersebut diatas sehingga terjadi pertentangan yang setiap waktu terjadi, antara pengusaha dengan rakyat pekerja, yang waktu dahulu setiap kepala keluarga mempunyai tanah 0,8 hektar, tetapi sekarang hanya mempunyai 0,4 hektar. Bahkan ada yang tidak memiliki tanah.

Sistem kapitalisme yang sekarang terjadi adalah pengusaha yang mempunyai asset, modal dan alat kerja, dan hanya mengambil keuntungan yang sangat besar untuk dirinya sendiri, berbanding terbalik dengan rakyat pekerja yang hanya mempunyai tenaga, dan hanya menerima sedikit saja dari keuntungan yang peroleh pengusaha.

Kondisi – kondisi terkini perburuhan dari sistem pasar tenaga kerja yang fleksibel adalah sisitem politik Upah murah, sisitem kerja Kontrak dan Outsourcing, Jam kerja yang panjang/lembur tidak dibayar atau dengan sistem target, Pesangon / pension, Union Busting / pemberangusan serikat, Lapangan kerja terbatas (harus bayar) Perlindungan sosial, Privatisasi, Kebutuhan pokok yang mahal, Kesehatan, pendidikan, perumahan, Transportasi public, Teknologi Informasi dan Administrasi kependudukan

Bahwa Serikat Pekerja/Buruh merupakan tempat yang merupakan untuk bertahan hidup dan belajar dengan membangun organisasi yang kuat, mandiri, dengan cara memenangkan hak-hak secara radikal, serta kedepannya harus membangun partai yang secara pergerakan dan sistem kerja organisasi yang mampu merebut kekuasaan di Negara dengan cara membangun partai rakyat pekerja.

Maka dengan demikian apa yang harus kita siapkan untuk setahun kedepan adalah  sebagai berikut :

Pembangunan Aliansi Strategis yang tidak hanya membicarakan Upah saja, tetapi Aliansi mempunyai targetan yang multi-sektor, seperti Anggaran Negara (APBN/APBD), Kesehatan, pendidikan dsb. Diharapkan FSBKU dapat memberikan program kerja yang terjadwal kepada aliansi yang akan dibangun atau pun yang sudah dibangun.

Dan cara yang lain adalah bagaimana kerja – kerja organisasi dalam hal ini kader – kader FSBKU untuk memperluas teritori organisasi di berbagai daerah. Pembangunan aliansi atau front di wilayah Lampung sudah sedikit lebih maju, tetapi untuk di Tangerang masih saja kesulitan untuk membuat aliansi / front yang lebih maju.

Aliansi yang strategis yang dimaksud adalah Pertama masuk kedalam sistem pengupahan untuk sektor buruh.  Kedua dan seterusnya masuk kedalam sistem politik anggaran yang sudah terbentuk multi sektor (buruh, tani, nelayan, PKL/miskin kota, dll). Jika dalam tahapan ini berhasil maka orang yang memimpin aksi – aksi tersebut akan dikenal oleh masyarakat luas, sehingga akan mempermudah untuk merebut kekuasaan. Harus jelas untuk proses perjalanan menguasai kekuasaan

Kawan-kawanku sekalian

KTA (Kartu Tanda Anggota) akan disentralkan di PP FSBKU kemudian akan di distribusikan kepada SBA FSBKU, yang kemudian akan di keluarkan oleh Federasi kepada SBA.

Tentang pendanaan iuran anggota SBA teknis pembagian iuran dan pendistribusinya diharapkan ada petunjuk pelaksanaan (Juklak) atau buku aturan terkait tentang pengaturan iuran dsb, dan diharapkan ada perbedaan perhitungan persentase pembagian iuran ke PP dan pengurus Wilayah, dikarenakan perluasan dan pengembangan organisasi d wilayah DKI Jakarta, Lampung, dan Sulawesi  dengan mempertimbangkan jarak dan wilayah antar wilayah.

Sesuai dengan AD/ART FSBKU bahwa untuk iuran ke Federasi sebesar persentase 40% pendapatan dari SBA FSBKU.

Kawan-kawan

Bidang Pengembangan dan perluasan Organisasi

Data yang diolah dari Departemen Kesekretariatan akan diolah oleh Departemen Pengembangan Organisasi sedemikian rupa untuk mengetahui dan memetakan keberadaan kawan – kawan anggota FSBKU di semua wilayah.

Pembuatan riset untuk pendataan tentang pandangan buruh tentang serikat yang ada sekarang, dan pembuatan maping industri dengan data dari kesekretariatan untuk dijadikan bahan acuan dalam pengorganisiran.

Perlu adanya riset di luar sektor buruh yang akan berhubungan dengan perjuangan perluasan untuk multi sektor atau organisasi lain di luar sektor buruh. Dan mungkin adanya perbedaan yang dapat di jadikan bahan pengorganisiran organisasi.

Tentang riset ini apakah hasilnya akan di jadikan bahan untuk pengembangan organisasi, dengan catatan mendapatkan kontak person baik di perusahaan yang ada maupun yang belum ada serikat

Bagaimana cara melakukan riset tersebut, dan hasil yang di inginkan oleh riset tersebut, dan siapa yang mulai melakukan riset tersebut.

Hal ini dapat di lakukan secara bersamaan antara maping dan riset, tetapi ada beberapa point yang di khususkan sebagai pembedaan antara maping dan riset.

Bagaimana pandangan rakyat tentang serikat buruh yang ada sekarang, dengan harapan sesuai dengan apa yang menjadi program yaitu mengembangkan organisasi yang lebih besar dan multi sector serta bisa disatukan sebagai pemetaan industri dan komunitas.

Bagaimana tentang sistem rekrutmen anggota yang akan diorganisir melalui cara instan, tidak melalui pemetaan, ada tidak metode baru cara memetakan potensi untuk di organisir.

Pemetaan perusahaan dan kawasan, juga penentuan wilayah teritori, yang menjadi persoalan adalah

  1. Siapa petugasnya ?

Adalah melalui proses panjang dengan pola Pilih, Didik, Ikat, sebelumnya akan disaring oleh organisasi dalam menyiapkan kadernya untuk melakukan pemetaan kawasan dan komunitas. Hal ini merupakan salah satu cara menyiapkan kader organisasi yang lebih maju dalam membangun organisasi, sehingga mampu menciptakan kader maju organisasi.

  1. Bagaimana menyiapkan organizernya ?

Caranya adalah mendidik anggota yang di anggap siap dengan pola Pilih, Didik, Ikat, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pendidikan yang lebih maju lagi sebagai regenerasi kader organisasi. Dengan tidak melepaskan kadernya dalam hal pengawalan kader yang siap untuk melanjutkan perjuangan organisasi.

  1. Targetnya Siapa? Dimana? Apa? Bagaimana?,

Akan terlihat bagaimana persiapan kader dalam menentukan tujuan dalam hal pengembangan organisasi ke depannya. Untuk perluasan sekarang akan dilakukan kepada wilayah yang sudah ada anggota FSBKU.

  1. Apa sikap dan prinsip organiser ?

Tentunya hal ini berdasarkan tujuan organisasi dan sesuai dengan arah perjuangan organisasi serta konsistensi dalam bekerja untuk organisasi.

pembagian Koordinator Wilayah (Koorwil) di wilayah Lampung sudah ada calon Koorwil dari beberapa wilayah di Provinsi Lampung.

Terkait tentang kerja – kerja organisasi adalah bagaimana pengorganisiran massal, sehingga mampu untuk memperkuat organisasi kita jauh lebih kuat, dan bekerja dengan konsisten dalam mengembangkan organisasi.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengorganisir kawan – kawan untuk mengorganisiran dengan hal – hal sederhana dan dapat memungkinkan melibatkan orang banyak serta dari hal – hal tersebut dapat dipergunakan sebagai ruang dan cara yang baru untuk merekrut dan mengorganisir massa.

Pada intinya kerja – kerja organisasi adalah untuk mencapai cita – cita organisasi yang sesungguhnya, serta menciptakan kader – kader maju untuk mencapai hal tersebut.

Kawan-kawanku yang kami banggakan

Bidang Pendidikan dan Propaganda

Bagaimana menjaga anggota FSBKU yang sudah menjalani / menerima pendidikan dan meneruskan pendidikan yang berjenjang ?

Memang masih belum menemukan cara yang efektif dalam hal penempatan kader yang sudah menerima atau mengikuti pendidikan, juga tergantung kepada anggota tersebut untuk menunjukan eksistensi mengembangkan potensi anggota tersebut.

Adapun untuk mengawal kader adalah harus di lakukan secara intensif untuk penempatan kader tersebut. Adanya pemilihan diskusi tematik , Adanya pembagian materi lebih secara umum dan momentum. Secara spesifik akan di diskusikan pada saat terjadi momentum yang akan di angkat. Tema yang belum terakomodir adalah tentang pajak, dan juga pendidikan politik anggaran/APBD

Untuk peningkatan kapasitas kader, DPP akan mencoba menghubungi atau mencari kontak – kontak anggota yang sudah ikut sekolah malam, yang akan di jadikan pemateri atau fasilitator pada sekolah malam berikutnya.

Pola yang diterapkan dalam peningkatan kader adalah sebagai berikutnya:

  • Peserta sekolah malam
  • Panitia sekolah malam
  • Fasilitator sekolah malam
  • Pemateri sekolah malam
  • Akan menjadi kader maju yang siap membangun organisasi yang siap untuk di tugaskan oleh organisasi, dengan pola pilih, didik, dan ikat.

Sesuai dengan rekomendasi tentang pendidikan yang berkala serta berkesinambungan maka materi – materi yang ditawarkan sudah ada waktu pelaksanaanya.

Kawan-kawan sekalian

Di Bidang  Hukum dan Advokasi

Penambahan untuk penawaran yang memang belum ada yaitu indikasi, dan targetan waktunya, diskusi tentang UU yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Yang perlu di perhatikan dari advokasi substansinya adalah prinsip serta mekanisme yang di terapkan oleh DHA, serta masih minimnya kader untuk melakukan advokasi secara langsung dengan cara pemetaan kader yang memang punya potensi di bidang advokasi.

Kemudian ada penugasan yang dilakukan oleh Departemen Advokasi kepada anggota SBA, untuk ikut terjun secara langsung dan mendampingi tanpa melepasnya serta tidak menutup kemungkinan dapat melibatkan banyak orang sehingga secara tidak langsung dapat menerapkan pola Pilih, Didik, Ikat.

Advokasi kebijakan yang berhubungan dengan ekonomi politik sehingga memungkinkan untuk mengorganisir serta perluasan organisasi. Sistem Advokasi FSBKU harus berpedoman dengan prinsip dengan slogan Buruh Pengacara.

Prinsip advokasi FSBKU adalah :

  1. Keputusan berada di tangan anggota yang berkasus
  2. Pengurus hanya merupakan pendamping, bukan sebagai pemutus keputusan
  3. Kewenangan Federasi dan Konfederasi untuk mendampingi kasus tersebut.
  4. Pendokumentasian tentang cara mengadvokasi kasus

Secara teoritik mungkin ada tetapi secara praktik tidak pernah sehingga tidak muncul kader – kader yang akan menggantikan peran tugas Departemen Advokasi serta pengurus pusat dalam mengadvokasi kasus SBA/Anggota

Pembuatan modul / buku saku tentang perselisihan hubungan industrial yang di khususkan kepada pengurus SBA atau dari department yang lain, kebanyakan yang terjadi sekarang ketua SBA turun untuk menangani kasus yang terjadi, justru hal ini yang menjadi nilai point lebih untuk SBA. Diharapkan Ketua dan Sekretaris SBA lebih di dorong untuk memahami advokasi kebijakan, serta penugasan untuk advokasi lebih di bebankan kepada Divisi Advokasi SBA.

Adanya perbedaan pandangan tentang bagaimana SBA yang masuk ke Federasi hanya untuk mengadvokasi permasalahannya, justru hal ini yang harus diubah pola pandangan mereka bahwa hal ini bukan merupakan prinsip dasar advokasi FSBKU. Tidak menutup kemungkinan cara dan strategi advokasi berkembang seiring perkembangan kasus itu sendiri, tergantung bentuk kasusnya apa personal atau massal.

Pendokumentasian advokasi di federasi akan di bentuk / di buat dalam bentuk MP3, hal ini di lakukan karena masih ada budaya malas membaca, pemahaman dasar tentang advokasi.

Keterlibatan serta posisi SBA dalam pengadvokasian baik personal maupun massal, kebutuhan untuk advokasi selanjutnya adalah segera untuk membuat lokakarya (workshop) advokasi, serta program selanjutnya adalah penugasan anggota SBA untuk secara langsung mendampingi kasus yang terjadi di SBA sendiri atau lain.

Semua pendataan kasus yang terjadi harus terdata dengan baik, sehingga memudahkan untuk mengadvokasi ketika kasus yang sama terjadi, baik secara dokumentasi, arsip dsb.

Perkembangan dari pendampingan yang dilakukan oleh departemen diharapkan ada development chart/ progress report/ data perkembangan kegiatan yang dilakukan oleh department terkait yang memuat: Siapa, Kapan, Dimana, Mengapa, Apa, Bagaimana Dan keterangan-keterangan lainya.

Dan semua data tersebut harus tersentral di sekretariat FSBKU baik di pusat maupun di wilayah. Sehingga memudahkan untuk menganalisa kasus ketika terjadi di kemudian hari.

Semua standar untuk advokasi harus terdata dengan litigasi dan non litigasi harus terstandar dengan baik, hal ini dapat dilakukan oleh departemen lain ketika mengadakan kegiatan internal departementnya sendiri.

Semua proses advokasi yang dilakukan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi cara berproses yang terpenting adalah bagaimana pendataan cara proses tersebut sehingga akan memudahkan ketika ingin mengetahui perkembangan kasus baik yang sedang di tangani ataupun yang sedang berjalan.

Kemudian

Di Bidang Pemberdayaan Perempuan

Adanya pemahaman yang diberikan kepada pengurus yang baru tentang materi yang akan diberikan kepada anggota atau lainnya. Pemetaan kader perempuan dari SBA yang harapannya akan menjadi kader – kader maju dalam mengembangkan organisasi kedepan dan terlibat dalam kegiatan organisasi.

Jumlah anggota FSBKU yang bergender perempuan dan laki-laki belum sebanding , jika targetan ini tercapai maka akan mampu mewarnai gerakan buruh di FSBKU, dan hal ini menjadi tantangan untuk mencapai targetan yang lebih tinggi lagi. Hal yang menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana kader – kader perempuan tersebut akan ditempatkan di posisi sentral di organisasi.

Organisasi mempunyai kewajiban tidak hanya mendidik kadernya untuk kepentingan organisasi, tetapi jauh lebih dari itu sampai kepada kehidupan keseharian kader tersebut sehingga mampu untuk bekerja di organisasi dan tetap konsistensi.

Pembagian tugas dan fungsi kerja – kerja dalam keluarga masuk dalam pendidikan gender, hal ini akan menumbuhkan pengertian dan keterbukaan ketika perempuan melakukan kerja – kerja organisasi, sehingga hal ini berdampak kepada prinsip kapitalisme yang sudah lama diterapkan oleh kaum kapitalisme untuk dihapuskan dengan sistem kesetaraan yang dibangun oleh organisasi.

Berbagi kepentingan antara keluarga dan organisasi harus di atur dengan baik, berjalan berkesinambungan sehingga akan berjalan dengan baik, antara kewajiban dalam rumah tangga dan organisasi dan hal ini dapat berjalan ketika komunikasi dalam internal kita baik, dan hal ini harus menjadi prioritas organisasi dalam menyiapkan bangunan ekonomi untuk menopang internal kita sendiri.

Tentang hal kepentingan yang berkaitan dengan keluarga organisasi menyiapkan semua mulai dari, pendampingan dan tulisan, tergantung dari keseriusan kita untuk meningkatkan kapasitas diri dalam hal apapun.

Kawan-kawan yang saya banggakan

Bidang  Ekonomi

Hal ini berkaitan erat dengan kerja – kerja organisasi kedepannya sehingga diharapkan organisasi mampu membangun ekonomi yang kuat di internal, tentunya hal ini tidak lepas dengan adanya kebutuhan untuk mengadakan pendidikan tentang politik anggaran.

Pendataan untuk kebutuhan bahan pokok setiap anggota organisasi FSBKU yang harus di data secara riil, sehingga dapat semua kebutuhan tersebut dapat dilihat perubahan pada saat koperasi yang telah dibentuk oleh organisasi. Adanya survey kebutuhan pokok terhadap anggota FSBKU yang spesifik tentang data konsumsi keluarga sehingga dapat di cari apa yang menjadi kebutuhan keseharian.

Survey yang dilakukan oleh Inkrispena di 10 kota di Indonesia, bahwa mayoritas keluarga buruh mempunyai hutang dengan kisaran Rp. 600.000,- s.d Rp. 6.000.000,-, dan menurut hasil survey bahwa ada kisaran 11% s.d 13% uang hasil upah tersebut hilang dengan membeli kebutuhan yang tidak perlu dan bernilai guna.

Untuk membangun basis ekonomi yang kuat perlu diperhatikan caranya yaitu :

Empat Pilar Ekonomi yaitu 1) Penataan Basis Produksi Difokuskan kepada Tani, Nelayan, sebagai basis pertama dari jalur produksi, 2) Penataan Basis Distribusi dan Konsumsi yang Di fokuskan kepada buruh dan keluarganya sebagai basis yang mengkonsumsi 3) Penataan Kepemilikan yang difokuskan kepada alat – alat produksi massal yang memang berkaitan dengan rakyat harus di miliki oleh Negara, komunitas, rakyat, serta 4) Penataan Kelembagaan Ekonomi

Program pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana pendidikan politik anggaran ke anggota FSBKU sehingga mampu mengelola kegiatan ekonomi dengan baik yang rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun ini yang akan memaksimalkan anggotanya untuk ikut terlibat dalam pendidikan ini.

Tahapan yang harus dilakukan untuk Departemen Ekonomi

  • Pendataan tentang kebutuhan pokok keluarga
  • Pendidikan yang terbagi 2, yaitu
    • Pendidikan ekonomi keluarga
    • Pendidikan ekonomi kelembagaan
  • Pembentukan koperasi
  • Investasi ekonomi

Dibentuknya Departemen Ekonomi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pola konsumsi anggota FSBKU, serta untuk membangun pilar ekonomi yang kuat. Dan pembangunan koperasi akan dipusatkan pada wilayah atau pusat hal ini juga akan berpengaruh dari hasil lokakarya.

Adanya rapat khusus untuk mendiskusikan tentang penugasan kawan dari pengurus yang khusus untuk menangani kegiatan ini sehingga tidak terjadi tumpang tindih kerja – kerja organisasi. FSBKU dalam pengelolaan data riset ini untuk mencari kebutuhan pokok anggota SBA yang harus segera mungkin dibuat, dan form yang akan dibuat sudah ada blue printnya di sekretariat.

Kemudian pemanfaatan ruang yang ada disekretariatan untuk usaha – usaha produktif dalam membangun ekonomi yang menunjang keberlangsungan organisasi. Dan untuk SBA yang sudah membentuk koperasi diharapkan untuk segera membuat data kebutuhan pokok anggota dari SBA tersebut.

Kawan-kawanku sekalian dimanapun berada.

Demikianlah kami sampaikan beberapa hal tersebut diatas. Agar supaya mempermudah kerja-kerja disemua susunan pengurus. Berikutnya dalam menerjemahkan hal-hal tersebut diatas secepatnya Pengurus Pusat FSBKU akan mengumpulkan dan mendiskusikan bersama segenap susunan Pengurus.

Jika ada hal-hal yang kami sampaikan ada yang tidak berkenan dibenak kawan-kawan sekalian. Kami mewakili seluruh susunan Pengurus FSBKU mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Salam dari kami

FSBKU ……….Pelopor Penggerak Perubahan

KSN……………Maju Lawan Menang

Demikian

Wasalamualaikum Warrahmatulahi Wabarakatuh.

Hormat Kami

PP FSBKU-KSN

                Koswara                                                                Sugiyono

Ketua Umum                                                         Sekretaris Umum

 

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here