Pemilu 1

0
817 views

langit rasanya masin gelap saja,
ketika ratusan bahkan ribuan orang berjalan dan
bergerak dalam satu barisan panjang,
mereka protes tentang penggusuran rumahnya,
tentang dagangan dan gerobak yang diangkut satpol pp
dan anaknya yang tidak sekolah karena harga buku mahal.

jok, rasanya jalanan makin sempit saja,
ketika para pemuka agama berkotbah tentang kepatuhan
dan kemakmuran yang dijanjikan……
memenuhi jalan menuju rumah kita….
tak ada ruang bagi kita untuk berjalan lagi
semua penuh!

sungai-sungai masih dangkal saja,
ketika limbah dan kesalahan para petinggi ditimbunkan
di dalamnya.
warnanya hitam
dan pekat.
ikan-ikan sumber makan rakyat nggak bisa hidup di dalamnya.

televisi juga makin kotor,
iklan-iklan perilaku
dan produk-produk hasil kerja buruh
ditawarkan dengan harga-harga tak masuk akal,
jauh melebihi upah minimum mereka….
iklan-iklan perilaku
memenuhi televisi, baliho-baliho
dan tembok-tembok yang penuh dikotori pamflet-pamflet
stiker dan pesan-pesan kosong…..
makin penuh polusi dan tidak sehat untuk otak anak-anak kita….

dan benarkah,
masih ada ruang sehat bagi kita semua
untuk berharap?
para buruh, kawan-kawan tani,
dan orang-orang miskin lainnya
berbondong memilih pemimpin baru
yang menentramkan mereka kelak?

aku merasakannya,
tidak bakalan ada ruangan baru itu,
kecuali kita membongkar tembok-temboknya
dengan tangan kita!

bangkok, 10 maret 2009

Penulis: Khamid Istakhori

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here