Nasib Para Pekerja Outsourcing Pabrik Mobil Volkswagen di China

0
353
Foto: Aksi kelompok buruh di Hong Kong menuntut perlakuan adil bagi pekerja outsourcing Volkswagen di China (15/12).

Shame on You, Volkswagen!’ ‘Treat workers fairly!”

Pekerja di manapun Ia berada, apapun warna kulitnya, jenis kelamin atau rasnya selalu mengalami penindasan di tempat kerjanya. Tidak hanya negara-negara di Asia Tenggara yang dikenal sebagai wilayah tempat buruh berupah rendah, buruh di China juga mengalami perlakuan yang tidak adil.

Di sebuah kawasan di Provinsi Chang Chun, sebelah utara China, lebih dari 3.000 orang dipekerjakan dengan status dispatch—istilah yang sama untuk outsourcing di Indonesia.i Pekerja yang disalurkan lewat agen ini dipekerjakan untuk memproduksi mobil bermerek Volkswagen selama lebih dari 10 tahun tanpa kepastian kerja dan penghidupan yang layak.

Bekerja dengan status tidak pasti, kontrak para pekerja itu dilaporkan akan habis pada akhir tahun ini. Para pekerja tidak mendapatkan kepastian akan adanya perpanjangan kontrak untuk tahun 2018 nanti. Selain tidak adanya kepastian, para pekerja itu selama ini diperlakukan secara diskriminatif oleh perusahaan, seperti digaji setengah dari besaran yang diterima pekerja tetap.

Berdasarkan seruan aksi yang dibagikan atas nama Globalization Monitor dam HKCTU, perusahaan FAW-Volkswagen telah melanggar aturan, baik aturan perusahaan induknya dan juga UU Perburuhan China. Pasal 63 misalnya menyebutkan bahwa ‘pekerja outsource berhak untuk mendapatkan upah yang sama dengan pekerja di bidang yang sama. Sementara Pasal 66 menyebutkan bahwa pekerja dispatch hanya berlaku untuk pekerjaan yang sifatnya sementara, tambahan atau pengganti.

Foto: Poster menuntut pertanggungjawaban Volkswagen

Grup Volkswagen sebagai induk perusahaan juga telah mengeluarkan aturan mengenai ‘Pekerjaan Temporer’ pada tahun 2012. Di dalam peraturan itu disebutkan bahwa setiap pekerja dispatch berhak mendapatkan upah dan perlakuan yang sama dengan pekerja tetap. Selain itu, jumlah pekerja dispatch juga diatur tidak boleh melebihi 5% dari jumlah seluruh pekerja pabrik.

Namun, perusahaan FAW Volkswagen selama ini mengambil keuntungan dari hasil eksploitasi pekerja dispatch itu. Dilaporkan bahwa perusahaan mempekerjakan pekerja dispatch jauh melebihi dari persentase batasan yang ditetapkan. Perusahaan juga menikmati hasil keringat buruh yang diupah sangat murah. FAW Volkswagen itu sendiri merupakan salah satu perusahaan manufaktur mobil paling sukses di China.

Sementara itu, di saat para buruh FAW Volkswagen ini berupaya untuk menuntut hak-haknya sejak November 2016, salah satu aktivis buruh justru ditahan sejak Mei 2017 dan akan menjalani persidangan. Aktivis yang bernama Fu Tianbo itu dituduh ‘mengganggu ketertiban umum’ karena memimpin aksi menuntut upah dan perlakuan yang adil.

Aktivitas serikat buruh HKCTU menyampaikan tuntutan di depan showroom Volkswagen di Wanchai, Hong Kong
Aktivitas serikat buruh HKCTU menyampaikan tuntutan di depan showroom Volkswagen di Wanchai, Hong Kong

Aksi yang diorganisir oleh kelompok buruh lokal di Hong Kong ini berupaya untuk menyuarakan perlawanan pekerja dispatch Volkswagen. Bertempat di depan salah satu showroom Volkswagen di daerah Wanchai, Hong Kong Island, para peserta aksi berorasi menuntut perusahaan untuk segera menghentikan eksploitasi terhadap pekerja dispatch dan mematuhi aturan perburuhan yang berlaku.

Kelompok yang terdiri dari Asia Monitor Resource Centre (AMRC), Labour Education and Service Network (LESN), Globalization Monitor (GM), Labour Action China (LAC), Hong Kong Confederation of Trade Unions (HKCTU) dan Students and Scholars Against Corporate Misbehavior (SACOM) itu juga menuntut pembebasan Fu Tianbo, aktivis buruh yang ditangkap karena mengorganisir aksi protes.

Kontributor: Rizal Assalam

Disadur dari:

[Call for Action] Protest against the abusive use of dispatch workers at Changchun FAW-Volkswagen and the suppression of workers’ rights. Released by Globalization Monitor and Hong Kong Confederation of Trade Unions

i Untuk memudahkan pembaca memahami persoalan, kata pekerja dispatch digantikan dengan kata outsource.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here