Mengorganisir Keresahan

0
614
Pengurus SBKU RPP setelah menyelesaikan agenda Rapat Kerja 2018. Foto: SBKU RPP
Pengurus SBKU RPP setelah menyelesaikan agenda Rapat Kerja 2018. Foto: SBKU RPP

Belakangan ini, buruh Alfamart ramai membicarakan tentang Bonus, insentif, atau berbagai sebutan lainnya. Pemberian uang selain upah sebagai apresiasi perusahaan kepada buruhnya, jelasnya, diberikan tidak merata dan tidak menyeluruh bagi seluruh buruh.

Pada tanggal 31 Januari 2019 buruh bagian Pergudangan, Office dan MRO (Member Relation Officer) mendapat transfer sejumlah uang. Sedangkan buruh yang bekerja di toko (kasir, pramuniaga, asisten kepala toko, kepala toko) tidak mendapatkan uang tersebut. Jelas ini menjadi kekecewaan buruh yang bertugas di toko-toko Alfamart seluruh Indonesia.

Mereka, buruh-buruh toko Alfamart, merasa perusahaan tidak adil dalam pemberian uang tersebut. Buruh toko Alfamart merasa bahwa merekalah ujung tombak perusahaan selama ini, merekalah yang membuat perusahaan menjadi besar sampai dengan saat ini dan menghasilkan keuntungan besar.

Tidak ada yang salah atas ungkapan-ungkapan yang coba dilontarkan buruh-buruh toko Alfamart tersebut, meskipun sebenarnya ada proses sebelumnya dalam rantai produksi hingga barang dagangan yang akan dijual ke toko bisa sampai ke toko-toko Alfamart, yaitu dari kerja-kerja warehouse (gudang), driver, office, dll.

Hampir semua buruh toko-toko Alfamart seluruh Indonesia, di berbagai wilayah meluapkan kekecewaannya, amarahnya, dan uneg-unegnya di jejaring sosial. Namun sayangnya hal tersebut belum mampu menjadikan buruh Alfamart bersatu dalam satu wadah organisasi (belum terorganisir).

Buruh Alfamart hanya berpasrah dengan keadaan dan kondisi kerja yang ada, yang semakin hari semakin tidak adil. Buruh Alfamart masih banyak yang tidak tahu, tidak sadar. Bahkan tidak sedikit yang menyerah pada keadaan.

Belum lagi cercaan yang dilakukan sesama buruh Alfamart dengan ungkapan-ungkapan nyeleneh, seperti misalnya “kalo ga kuat kerja di Alfa, resign aja!”. Belum lagi kampanye anti serikat dari perusahaan.

Buruh Alfamart masih banyak yang belum paham bahwa kesejahteraan tidak datang dengan sendirinya. Bahwa kesejahteraan harus diperjuangkan secara bersama-sama, bukan hanya berpasrah,berdoa dan berserah diri saja. Buruh harus berserikat, dengan berserikat buruh akan sadar dan paham akan perjuangan kelas, berserikat yang berdasarkan garis massa anggota.

SBKU RPP bersama SPN menggalang dana sumbangan untuk korban musibah tsunami Palu dan Donggala tahun 2018. Foto: SBKU RPP
SBKU RPP bersama SPN menggalang dana sumbangan untuk korban musibah tsunami Palu dan Donggala tahun 2018. Foto: SBKU RPP

Keluhan harus disatukan, keresahan harus menjadi kekuatan dan rasa perlakuan ketidakadilan pengusaha harus diterjemahkan buruh dalam organisasi serikat buruh. Serikat harus dijadikan sebagai alat perjuangan bersama untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Di dunia ini cuma ada dua kaum: kaum penindas dan kaum tertindas. “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mau mengubahnya” Ar-Ra’d ayat 11. Penggalan surah Al Quran tersebut merupakan keyakinan bahwa perubahan dapat terjadi dan harus dilakukan mulai dari diri kita yang dibarengi dengan doa.

Kami Serikat Buruh Karya Utama Retail, Pergudangan dan Pertokoan (SBKU RPP) mengajak buruh Alfamart dimanapun berada untuk bergabung menjadi bagian dari serikat buruh sebagai wadah memperjuangkan hak-hak pekerja untuk menuju perubahan, guna mewujudkan kesejahteraan anggota buruh dan keluarganya.

Mari belajar, mari berdiskusi dan mari berjuang bersama di garis massa bersama SBKU RPP. Besar harapan kami juga SBKU RPP dapat berkonsolidasi bersama serikat-serikat yang sudah ada saat ini di Alfamart untuk menyatukan gerak, langkah menuju kesejahteraan buruh Alfamart.

Seperti Motto kerja tahun 2019 yang dibuat perusahaan, Alfamart Siap! buruhnya pun harus siap berjuang bersama untuk kesejahteraan.

#berserikat #Alfamart #sbkurpp #retailpergudanganpertokoan #buruhbersatutakbisadikalahkan #fsbkuksn

Mari bergabung menjadi anggota Serikat Buruh Karya Utama Retail, Pergudangan dan Pertokoan (SBKU RPP), hubungi:

  1. Cumi (Div. Pengembangan Organisasi) 081314597148
  2. sbkurpp2012@gmail.com

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here