Perjuangan Juliani Dwi Utami anggota Serikat Pekerja (SP) Bank Permata kini telah memasuki babak persidangan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Babak itu merupakan kelanjutan dari tidak adanya hasil sejak perundingan bipartit hingga mediasi sudinaker terdekat.

Kasus yang saat ini diperjuangkan oleh Juliani bersama SP Bank Permata itu lantaran perusahaan secara sepihak memotong hampir 50% dana pesangon. Juliani merupakan seorang pekerja di bagian auditor yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja setelah memasuki usia pensiun.

Meskipun telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), namun perusahaan secara sepihak mengirimkan dana pesangon sebesar Rp 425 juta yang tidak sesuai ketentuan PKB.

“Manfaat dana pensiun diatur dalam pasal 34 PKB. Manfaat dana pensiun diambil dari dana kontribusi karyawan empat persen dan pengembangannya serta iuran perusahaan sembilan persen dan pengembangannya,” kata Ketua Serikat Pekerja Bank Permata Prana Rifsana sebagaimana dikutip dari Buruh.co.

Dalam informasi detail perkara (http://sipp.pn-serang.go.id), Juliani yang mengacu pada ketentuan PKB menggugat perusahaan untuk memenuhi 8 (delapan) komponen hak pekerja. Komponen itu antara lain: upah bulan Agustus 2016, bonus tahun berjalan, manfaat dana pensiun, sisa hak cuti diuangkan, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, dan tambahan atas masa kerja. Jumlah kedelapan komponen itu mencapai Rp. 826.514.637.

Atas ketidakadilan yang menimpa Juliani, maka sudah seharusnya seluruh lapisan pekerja mendukung dan mendoakan sidang lanjutan PHI Provinsi Banten yang akan diselenggarakan pada Rabu, 13 September 2017 pukul 09.00 WIB. PHI Banten beralamat di Jl. Raya Serang Pandeglang Km.6 Serang 42126.

Yuk mari kita kawal proses persidangannya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here