Kronologi Kasus dan Advokasi TMPCWA

0
747
Aksi buruh TMPCWA menuntut pertanggungjawaban Toyota

Serikat Toyota Motors Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA) terdaftar pada tahun 1998. Perusahaan bernama Toyota Motors Philippines Company (TMPC), mempunyai dua pabrik di provinsi Bicutan dan Laguna dengan 1,700 pekerja dan memproduksi 49.000 kendaraan bermotor tiap tahunnya. Perusahaan tersebut merupakan salah satu dari 53 pabrik penyuplai Toyota Motor di seluruh dunia. TMPC merupakan pabrik manufaktur kendaraan bermotor terbesar di Filipina, baik dalam hal produksi dan penjualan.

Berikut kronologi kasus dan advokasi TMPCWA

  • Kasus dimulai pada Februari 2001 (17 tahun yang lalu) setelah serikat TMPCWA mengorganisir pemogokan spontan selama 2 hari menuntut Perjanjian Kerja Bersama.
  • Setelah mogok, 233 pekerja, termasuk pimpinan serikat dipecat.
  • Maret 2001, serikat mengorganisir pemogokan selama 2 minggu menolak pemecatan sepihak.
  • Kasus dibawa ke Pengadilan Hubungan Industrial di Filipina dan pada 2008 Mahkamah Agung Filipina menyatakan bahwa pemogokan adalah ‘ilegal’.
  • Pada 2001, petugas keamanan TMPC melaporkan pengurus serikat melakukan tindakan kriminal karena dianggap melakukan ancaman pada saat pemogokan.
  • 2006, aparat militer ditempatkan di pabrik-pabrik TMPC. Sejumlah aparat berjaga di sekitar sekretariat TMPCWA di Saint Rosa. Presiden serikat, Ed Cubelo, mengalami intimidasi dan ancaman dari aparat militer.
  • 2013, pengaduan tindakan kriminal terhadap 20 anggota TMPCWA dicabut
  • 2016, TMPCWA mengorganisir kampanye “Toyota Memalukan” sejak 2015 dan mengadakan sejumlah aksi untuk meningkatkan daya tawar dalam proses mediasi yang diperantarai oleh Departemen Tenaga Kerja Filipina (Department of Labor and Employment/ DOLE).
  • 17-23 Juli 2017, TMPCWA mengorganisir aksi piket di Malacanang Palace.
  • 16-23 Agustus 2017, TMPCWA mengorganisir aksi piket di luar kantor Depnaker Filipina.
  • Agustus 2017, Sekretaris Depnaker Filipina mengirimkan surat kepada Pimpinan Toyota Jepang Takeshi Uchiyamada untuk meminta agar Toyota Jepang menyelesaikan kasus yang sedang berlangsung.
  • Saat ini, TMPCWA dan jaringan solidaritas berharap atas kampanye internasional menuntut Toyota segera menanggapi surat yang dikirimkan oleh Sekretaris Depnaker.

Solidaritas dengan jaringan di Jepang

  • 2001, Jaringan Solidaritas untuk TMPCWA terbentuk
  • 2001, TMPCWA diundang menghadiri seminar buruh di industri otomotif dan mengorganisir aksi protes di kantor pusat Toyota di Tokyo.
  • 2001, kelompok jaringan solidaritas di Jepang datang ke Filipina dan mengadakan aksi protes di kantor pusat TMP dan di Kedutaan Jepang untuk Filipina.
  • Oktober 2001, Jaringan Solidaritas untuk TMPCWA terbentuk di Jepang.
  • TMPCWA bersama serikat independen lainnya dari distrik Kanagawa dan sejumlah organisasi masyarakat sipil, termasuk Jaringan Buruh Otomotif Jepang dan Tokohama Action Research
  • Sejak 2001, setiap tahun TMPCWA mengorganisir aksi protes selama dua hari di kantor pusat Toyota

Advokasi Internasional

  • 2003, TMPCWA melaporkan pemerintah Filipina ke Komite Kebebasan Berserikat di bawah Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ ILO)
  • 2003, Komite Kebebasan Pers mengeluarkan rekomendasi kepada Pemerintah Filipina
  • 2004, TMPCWA dan Jaringan Solidaritas mengadukan kasus ke OECD National Contact Point (NCP) di Jepang, menyatakan bahwa Toyota melanggar Panduan OECD untuk Perusahaan Multinasional
  • 2010, NCP Jepang menerbitkan hasil penyelidikan awal, setelah 6 tahun kasus dimulai
  • 2010, ILO mengirimkan tiga anggota High Level Mission ke Filipina untuk menginvestigasi kasus yang diadukan. Investigasi dilakukan dengan mewawancarai TMPCWA dan manajemen TMPC.
  • Tim investigasi mengeluarkan laporan yang isinya mendesak Pemerintah Filipina untuk mencarikan solusi yang sesuai dengan standar perburuhan internasional dan tidak mengikuti standar aturan nasional.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here