Kongres VI KLB FSBKU, Joko Purwanto Menjadi Ketua Umum

0
691

Pada kongres VI Kongres Luar Biasa Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) yang digelar pada tanggal 17 dan 18 Februari 2018 atau seminggu setelah Kongres Luar Biasa Konfederasi Serikat Nasional, Joko Purwanto mendapat mandat untuk mengemban tugas sebagai Ketua Umum FSBKU melanjutkan (alm) Koswara, bersama Sugiyono sebagai Sekertaris umum dan Nuzul sebagai bendahara umum.

Ada pemandangan yang sedikit berbeda di Kongres kali ini, karena kongres VI adalah Kongres Luar Biasa.

Menurut Zaenal Rusli salah satu peserta kongres, mengapa Kongres VI adalah kongres luar biasa, karena Kongres VI seharusnya bukan diselenggarakan saat ini.

“Kongres VI FSBKU merupakan kongres luar biasa karena seharusnya kongres FSBKU dilakukan akhir tahun lalu, namun karena masih dalam suasana berkabung akhirnya kongres VI baru dapat dilakukan setelah 40 hari meninggalnya alm Romli” Kata Zaenal Rusli.

Baca juga Lanjutkan Kepemimpinan, Hermawan Terpilih Sebagai Ketua Nasional KSN

Suasana Sidang Kongres VI FSBKU
Suasana Sidang Kongres VI FSBKU

Hari pertama kongres yang dilaksanakan di Gedung Olahraga PT KMK Global Sport, kawasan industri Cikupa Mas, Cikupa dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Internasionale dan sambutan-sambutan dari panitia dan para tamu undangan.

Tamu undangan yang memberikan sambutan diantaranya Maman dari Kasbi, Imam Sukarsa SPSI, Pesidium Alttar dan perwakilan dari dinas Tenaga kerja.

Di hari kedua setelah melanjutkan pembahasan ADRT, dilanjutkan dengan pemaparan Situasi Nasional dan Situasi Daerah oleh Ketua Nasional KSN Hermawan dan Kordinator Divisi Media KSN Oov Auliansyah.

Pemaparan dimulai dengan kondisi ketimpangan ekonomi Indonesia saat ini yang parah, dimana 1% orang di Indonesia menguasai 29.3% kekayaan nasional. Lalu dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan Industrilisasi Indonesia sekarang dan rencana pemerintah sampai tahun 2035. Tujuan pemaparan ini adalah agar peserta kongres FSBKU memahami dampak dari rencana industrialisasi nasional dan membangun program-program untuk menjawab persoalan ini.

Pemaparan Situasi Nasional dan Daerah Oleh Ketua Nasional KSN Hermawan dan Kor. Divisi Media Oov Auliansyah
Pemaparan Situasi Nasional dan Daerah Oleh Ketua Nasional KSN Hermawan dan Kor. Divisi Media Oov Auliansyah

Selain menghasilkanan jajaran PP FSBKU baru, kongres yang diikuti oleh SBA-SBA dari wilayah Lampung, Jakarta, Kab. Tangerang dan Kota Tangerang ini juga menyepakati program-program kerja yang akan dijalankan oleh FSBKU ke depan.

Kongres ditutup dengan pidato politik pertama ketua umum terpilih Joko Purwanto dan pembacaan doa oleh Ust. Ruhimat dari SBA KMK.

Sebagian peserta mengabadikan momen dengan foto bersama peserta kongres dan Pengurus Pusat FSBKU
Sebagian peserta mengabadikan momen dengan foto bersama peserta kongres dan Pengurus Pusat FSBKU

Zaenal Rusli yang juga menjadi ketua sidang pada Kongres VI berharap dengan adanya kepengurusan baru ini, program-program kerja Federasi yang sempat tidak berjalan maksimal karena tertumpu pada satu atau dua orang saja sejak meninggalnya Bina, Koswara dan Romli dapat dijalankan secara kolektif dan dapat bersinergi dengan SBA-SBA untuk perluasan organisasi.

Zaneal Rusli atau Uci salah satu peserta Kongres bersama Burhan ketua FSBN - KASBI
Zaneal Rusli atau Uci salah satu peserta Kongres bersama Burhan ketua FSBN – KASBI

“Harapan saya dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, PP dapat melakukan kerja-kerja secara kolektif,sehingga tidak ada lagi pekerjaan organisasi yang tertumpu pada satu atau dua orang pengurus saja dan pengurusan yang baru dapat kembali bersinergi lagi dengan SBA-SBA untuk melakukan perluasan organisasi” Tutup lelaki yang biasa dipanggil Uci.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here