Kecelakaan kerja PT Abadi Sejahtera Mulia, Tangerang: 2 orang buruh kehilangan jari dan 1 luka bakar

0
76
Alex (Kaos Hitam) buruh PT ASM yang mengalami putus jari jempol.

Buruknya sistem dan kelengkapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kab. Tangerang bukanlah berita baru, masih segar dalam ingatan kita, oktober tahun lalu, sedikitnya 48 orang tewas dan 52 orang lainnya luka-luka akibat kebakaran pabrik petasan di PT Panca Buana Cahaya Sukses, kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Atau mungkin kita juga masih ingat peristiwa 5 tahun lalu, tepatnya Mei 2013,  perbudakan buruh di pabrik wajan atau panci CV Cahaya Logam di kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang.

Walaupun kedua kasus di atas sempat menjadi berita nasional, namun kasus perbudakan dan buruknya K3 masih saja terjadi di Kabupaten Tangerang. Kali ini kedua kasus tersebut terjadi di dalam satu perusahaan.

PT Abadi Sejahtera Mulia (ASM), di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang diduga telah melakukan praktek perbudakan dan  pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Selain buruh dibayar dengan upah dibawah upah minimum kabupaten (UMK) Tangerang, PT ASM juga memperkejakan buruh secara tidak professional, yang bisa sewenang-wenang mem-PHK buruh lewat kertas kecil.

Kecelakaan Kerja

Sampai hari ini, sedikitnya telah terjadi 3 kali kecelakaan kerja di PT Abadi Sejahtera Mulia, yang beralamat di Jl. Serang km.16 Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Pada hari selasa tanggal 6 maret 2018, korban bernama Alex mengalami putus jari jempolnya karena terpotong mesin. Yang lebih memilukan lagi, ketika kondisi Alex mulai sadar, kejiwaannya menjadi drop ketika mengetahui jari jempolnya hilang.

Alex (Kaos Hitam) buruh PT ASM yang mengalami putus jari jempol.

Alex sempat dirawat di rumah sakit jiwa Dr H Marzoeki Mahdi, Bogor, selama lebih dari 1 bulan, dan sampai saat ini Alex masih masih harus bolak-balik ke Dr H Marzoeki Mahdi untuk berobat jalan.

Alex juga harus menanggung biaya berobat jalan karena semenjak bulan Juni 2018 uang pengobatan yang sebelumnya diberikan oleh perusahaan kepada alex telah dihentikan.\

Sebulan setelah peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa Alex, kecelakaan kembali lagi terjadi di PT ASM.

Tepatnya pada tanggal 29 april 2018 jam 09:30, seorang buruh bernama Suparmin yang bekerja di bagian komposer mengalami cacat permanen. 1 ruas jari telunjuk kanannya putus karena sarung tangannya terlepas, sehingga jari terjepit mesin.

Suparmin (kaos hitam) satu ruas jari telunjuk kanan korban putus karena kecelakaan kerja.

suparmin kemudian langsung dibawa ke rumah sakit dan hanya mendapatkan perawatan selama semalam.

Kecelakaan Kerja Terjadi sejak 2017

Alex dan Suparmin adalah korban pada tahun ini, di tahun sebelumnya, tanggal 16 Nopember 2017, seorang buruh bernama Kusnadi mengalami kecelakaan kerja jam sekitar pukul 10 malam, ketika itu karung berisi serbuk kayu sisa pembakaran jatuh ke kontainer tempat penampungan serbuk, sehingga menyebabkan kebakaran serbuk di dalam kontainer. Api dari kontainer menyembur mengenai kedua kaki, tangan kiri dan pinggang Kusnadi.

kondisi Kusnadi ketika di rawat di RS Mulya Insani .

Paska kecelakaan Kusnadi tidak langsung mendapatkan pengobatan, dia hanya diberikan pasta gigi oleh manajemen.  Baru 20 menit kemudian Kusnadi dibawa ke rumah sakit Mulya Insani untuk mendapatkan perawatan.

Setelah menjalani rawat inap selama 9 hari dan rawat jalan selama 3 bulan, luka bakar di kedua kaki, tangan kiri dan punggung Kusnadi masih membekas. Dia juga tidak mendapatkan konpensasi sama sekali dari perusahaan.

Kondisi tubuh Kusnadi paska perawatan.

Akibat dari kecelakaan itu, ketika kembali bekerja Kusnadi dipindahkan ke bagian kebersihan.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here