Kebebasan Berserikat Dibatasi, SBKU ILP Melakukan Aksi Protes

0
593
Aksi protes SBKU ILP terhadap pembatasan kebebasan berserikat (30/07). Foto. FSBKU
Aksi protes SBKU ILP terhadap pembatasan kebebasan berserikat (30/07). Foto. FSBKU

Serikat Buruh Karya Utama (SBKU) ILP, anggota dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) melakukan aksi unjuk rasa. Serikat di perusahaan Intera Lestari Polimer (ILP) yang berlokasi di Kampung Jaha, Kabupaten Tangerang ini menuntut kebebasan berserikat di tempatnya bekerja. Hal ini lantaran pengusaha melarang dan tidak memfasilitasi anggota dan pengurus dalam mengadakan kegiatan serikat.

Oleh SBKU ILP, perusahaan dinilai melakukan tindakan penipuan terhadap pengurus serikat. Pada 2 Agustus 2017, salah satu pengurus bernama Danu Setiawan sedang menjalankan tugas organisasi ke luar daerah. Sebelumnya, pengurus serikat telah mengirimkan surat dispensasi kepada pihak manajemen.

Namun, perusahaan tidak mengindahkan surat dispensasi tersebut dan justru memotong jatah cuti dan upah selama 2 hari sebesar Rp. 354.546. Tindakan ini dinilai telah menghalang-halangi kebebasan berserikat yang telah diatur dalam UU 21/2000 tentang Serikat Buruh.

Secara khusus pasal 28 telah mengatur bahwa “siapapun dilarang menghalang-halangi atau memaksa pekerja/buruh untuk membentuk atau tidak membentuk, menjadi pengurus atau tidak menjadi pengurus, menjadi anggota atau tidak menjadi anggota dan/atau menjalankan atau tidak menjalankan kegiatan serikat pekerja/serikat buruh.” Pihak serikat menilai tidak ada landasan bagi pengusaha untuk memotong upah pekerja terkait dispensasi kegiatan organisasi.

Pengurus dan anggota serikat buruh sepakat untuk melakukan aksi protes terhadap kebebasan berserikat. Massa aksi yang tergabung dalam aksi solidaritas ini adalah anggota serikat-serikat buruh anggota FSBKU di Kota/Kabupaten Tangerang yang berjumlah sekitar 100 orang.

Pihak serikat mengajak seluruh buruh yang belum berserikat maupun sudah berserikat untuk terus melakukan aksi-aksi protes dan mendiskusikan kebijakan-kebijakan maupun praktek yang merugikan buruh.

 

Kontributor Buruh: Arif Numaeri

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here