Hotel Bauen dan Kebangkitan Kembali Tempat Kerja di Argentina

0
62 views
Hotel Bauen
Demokratisasi Tempat Kerja: Swakelola Hotel Bauen Oleh Buruh. Kredit foto: workerscontrol.net

Pengantar Redaksi:

Dewasa ini neoliberalisme dijadikan obat penawar bagi negara-negara yang mengalami krisis ekonomi. Dalam menjalankannya, negara dipaksa untuk melakukan pemotongan dan penghapusan subsidi kesehatan, jaminan sosial, pensiun, pendidikan, serta BBM. Selain itu negara dipaksa untuk melakukan privatisasi, menerapkan fleksibilitas tenaga kerja, serta menciptakan iklim investasi yang baik di negara yang mengalami krisis.

Jalan neoliberalisme ini selalu menimbulkan masalah baru, yaitu kemiskinan rakyat pekerja dimana rakyat pekerja semakin sulit untuk mendapatkan akses atas kesehatan, pendidikan, dan kehidupan layak. Dalam kasus di banyak negara, terbukti bahwa jalan neoliberalisme tidak bisa mengeluarkan negara dari krisis ekonomi. Dalam pandangan para pendukungnya, terdapat kepercayaan bahwa tidak ada alternatif selain neoliberalisme

Namun demikian, kepercayaan bukan berarti diterima begitu saja. Artikel berikut ini menunjukkan bahwa ada alternatif jalan agar sebuah negara keluar dari krisis ekonomi, alternatif dari neoliberalisme. Jalan tersebut adalah buruh-buruh mengambil-alih perusahaan-perusahaan yang sudah bangkrut dan menjalankannya secara kolektif.

Dalam kasus Argentina, pengambil-alihan pabrik sudah terbukti manjur dalam membangkitkan kembali perusahaan yang telah bangkrut. Disisi lain, pengambil-alihan pabrik bisa menghindarkan buruh dari pemiskinan. Oleh sebab itu artikel terjemahan ini sangat relevan dibaca untuk menciptakan imajinasi akan adanya suatu dunia yang lebih baik. Selamat membaca!

Hotel Bauen
Demokratisasi Tempat Kerja: Swakelola Hotel Bauen Oleh Buruh. Kredit foto: workerscontrol.net

Hotel Bauen merupakan salah satu dari sekitar 350 tempat kerja yang pulih kembali dari krisis secara fenomenal. Oleh karena lokasi yang berdekatan dari gedung Kongres dan Pink House, Hotel Bauen menjadi tempat menginap yang strategis bagi para turis. Dalam setahun, Hotel Bauen dapat menerima puluhan ribu turis yang menginap di hotel ini.

Seperti kebanyakan tempat kerja lainnya di Argentina yang mengalami krisis (pabrik percetakan, logam, toko keramik, sekolah, restoran dan klinik kesehatan), para pekerja Hotel Bauen mulai membahas strategi pengambilalihan pengelolaan hotel setelah para pekerja hotel tidak dibayar selama berbulan-bulan dan kemudian dipecat. Para pekerja hotel berpikir bahwa untuk apa mereka menganggur dan menunggu lapangan kerja baru, jika hotel tempat mereka bekerja dahulu masih dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang mengelola?

Mereka berpikir untuk kembali bekerja di hotel!

Meminjam slogan Gerakan petani tanpa tanah di Brazil (MST) – Duduki, Lawan, dan Produksi! (Occupy, Resist, Produce!),ribuan pekerja Argentina memutuskan untuk mengambil-alih kembali pabrik-pabrik tempat mereka bekerja dahulu dan dikelola secara kolektif oleh pekerja. Pengambil-alihan pabrik bukan hanya persoalan pekerjaan atau pembentukan kooperasi.

Namun pengambil-alihan pabrik oleh pekerja merupakan sebuah bentuk perlawanan yang dilakukan pekerja terhadap sistem kepemilikan pribadi di bawah kapitalisme yang telah menghisap dan bertindak sewenang-wenang terhadap mereka.

Saya merasa beruntung tinggal di Argentina pada saat para pekerja berhasil mengambi-alih Hotel Bauen pada tahun 2003. Saya sangat senang dan beruntung ketika melihat ratusan pekerja mendatangi pabrik, merusak segel, menyingkirkan seluruh papan yang menghalagi pintu masuk pabrik, dan mengambil-alih pabrik yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Momen tersebut merupakan salah satu momen yang paling inspiratif dalam hidup saya. Saya menyaksikan banyak sekali pekerja, ratusan orang perwakilan dari majelis warga, pekerja yang menganggur, serta serikat-serikat buruh yang mengambil-alih pabrik-pabrik bangkrut yang ditinggalkan oleh pengusahanya dan berhasil memulihkan kembali pabrik-pabrik tersebut. Di sisi lain, media independen yang dibentuk secara kolektif oleh buruh media tengah bersiap-siap untuk mengabadikan momen proses pengambil-alihan pabrik yang dilakukan oleh pekerja.

Sejak tahun 2003, Hotel Bauen telah dikelola secara koletif oleh pekerja yang sekarang berjumlah lebih dari 150. Ketika pekerja mengambil-alih hotel, hotel dan bar tetap berfungsi sebagaimana semestinya. Puluhan ruang pertemuan dan auditorium yang biasanya dimanfaatkan sebagai tempat penyelenggaraan acara budaya dan sastra sekarang dimanfaatkan oleh gerakan rakyat untuk menyelenggarakan pertemuan dukungan terhadap tahanan politik, pertemuan jaringan kooperasi, pertemuan majelis media alternatif, dan pameran buku.

Bagi pekerja, auditorium dan ruang pertemuan sangat penting sebagai tempat pertemuan untuk merencanakan strategi ekonomi dan politik yang penting agar pengelolaan kolektif pekerja Hotel Bauen bisa terus berkembang. Pertemuan yang dilaksanakan sangat penting karena pengelolaan kolektif pekerja atas Hotel Bauen akan terus terancam oleh mantan pemilik yang menginginkan kembali pengelolaan atas hotelnya.

Permasalahan semacam ini mengharuskan pekerja Hotel Bauen agar selalu waspada dan bersiap-siap untuk melindungi usaha kolektif pekerja ini. Walaupun peraturan yang ada bisa dianggap melindungi proses pengambil-alihan Hotel oleh pekerja, pekerja hotel harus tetap bersiaga karena watak negara yang mencoba untuk menghambat, merepresi, dan mengkooptasi gerakan pengambil-alihan pabrik di bawah kontrol demokratis pekerja

Saat ini banyak upaya untuk menghancurkan sistem pengelolaan kolektif pekerja Hotel Bauen, dan tentu saja para pekerja saat ini berjuang dalam melakukan kampanye internasional besar-besaran untuk mempertahankan sistem pengelolaan kolektif ini.

Pada malam pertama pengambil-alihan Hotel Bauen, perasaan khawatir memuncak di antara pekerja. Para pekerja bertanya-tanya kepada diri mereka apakah mereka mampu untuk mempertahankan pabrik, sebab sewaktu-waktu tanpa diduga polisi bisa menyita Hotel Bauen untuk diserahkan kembali kepada pemilik sebelumnya.

Guillermo, seorang pekerja di Hotel Bauen memecah ketakutan diantara pekerja dengan memainkan lagu ciptaannya di grand piano yang terdapat di lobby. Lagu inilah yang sekarang menjadi himne pengambil-alihan tempat bekerja.

Beberapa Syairnya :

Terjemahan bebas atas Syair :

“Kita adalah saat ini dan masa depan

Untuk melawan dan mengambil-alih

Pabrik tidak akan ditutup

Kami akan membangkitkannya bersama-sama

Pabrik tidak akan ditutup

Kami akan membangkitkannya bersama-sama

Untuk melawan dan melawan

dan mengambil-alih

Untuk melawan dan melawan

Dan memproduksi.”

Penerjemah      : Petrus Putut (Staf Magang)

Editor              : Rizal Assalam (Staf Media Propaganda dan Pendidikan KSN)

Sumber : workerscontrol.net

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here