FSBKU Lampung mengecam keras PT San Xiong Steel Indonesia yang tidak memperhatikan keselamatan pekerja

0
566

Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung mengecam keras tindakan perusahaan PT San Xiong Steel Indonesia yang seakan tidak memperhatikan keselamatan para pekerja sehingga terjadi kecelakaan saat bekerja.

“Kita ini memliki Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengatur mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Karena tidak ada pekerja yang menginginkan terjadinya kecelakaan kerja, Namun resiko kecelakaan kerja dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh sebab itu Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu peraturan pemerintah yang menjamin keselamatan dan kesehatan kita dalam bekerja,” Kata Ketua FSBKU Lampung, Yohannes Joko Purwanto, Senin (11/12).

Perusahaan dan pekerja semestinya harus sama-sama mengetahui tentang keselamatan kerja sesuai dengan standarisasi yang berlaku, salah satunya dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja sesuai dengan bahaya dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus orang di sekelilingnya.

“Kewajiban ini tertuang dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.08/Men/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Dan pengusaha wajib untuk menyediakan APD sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pekerjanya,” ucapnya.

“Ada bermacam-macam Alat Pelindung Diri ini misalnya saja, helm keselamatan, sabuk atau tali pengaman, sepatu safety, masker, penutup telinga, kacamata pengaman, pelindung wajah, pelampung,plug, safety harness” ungkapnya.

Kronologi peristiwa kecelakaan kerja dI PT. San Xiong Steel Indonesia terjadi pada Senin (11/12) pukul 9.50 WIB yang dialami pekerja atas nama Khairul Anam saat bekerja pada shift 1 siang pada bagian peleburan besi.

“Menurut keterangan rekan-rekan kerja korban, kejadian bermula dari korban memasukan besi dan pipa yang kecil-kecil ke tungku, setelah masuk korban menunggu turunnya bahan tersebut menjadi cairan dan berdiri di depan blower. Ketika akan memasukan bahan lagi, tiba-tiba tungku meledak dan pecahan besi mengenai dagu korban (Khairul Anam) yang mengakibatkan korban tidak sadarkan diri,” ucapnya.

“Melihat kejadian itu, Korban langsung dibawa ke RS. Imanuel Bandarlampung menggunakan mobil perusahaan dan korban (Khairul Anam) mendapatkan perawatan intensif.

Selain itu, ia juga telah mendapat keluh kesah para pekerja di PT. San Xiong Steel, menurutnya, selama terpasangnya blower di PT. San Xiong Steel, rekan-rekan pekerja tidak merasa nyaman dalam bekerja. karena asap hasil pembakaran tidak keluar dari pabrik dan mengakibatkan banyak rekan-rekan pekerja PT. San Xiong hampir tidak sadarkan diri, sakit (muntah-muntah), dan juga bisa berakibat fatal pada penyakit yang lain, seperti paru-paru dan juga bisa menyebabkan kematian.

“ Saya mendapati keluhan seperti itu dari kawan-kawan yang bekerja di PT San Xiong Steel,” ucapnya.

Ia berharap, pemerintah setempat dapat mengevaluasi bahkan memberi sanksi penutupan untuk perusahaan tersebut jika tetap tidak memikirkan keselamatan bekerja untuk para pekerjanya.

“Pemerintah harusnya cepat tanggap dengan permasalahan ini, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Kalau memang perusahaan itu hanya memikirkan untung dan mengesampingkan keselamatan pekerja ya untuk apa, lebih baik pemerintah menutup saja Perusahaan PT. San Xiong Steel,” pungkasnya.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here