FSBKU Kota Tangerang Mengadakan Pendidikan Dasar

0
217
Pendidikan Dasar FSBKU Kota Tangerang (06/10). Foto: FSBKU
Pendidikan Dasar FSBKU Kota Tangerang (06/10). Foto: FSBKU

Pendidikan Dasar merupakan agenda pendidikan bagi anggota (Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) yang diputuskan dalam rapat koordinasi Pengurus Pusat. Kegiatan Pendidikan Dasar kali ini diadakan pada hari Minggu 6 Oktober 2019 di Sekretariat Kota FSBKU.

Kegiatan ini bertujuan agar seluruh pengurus, baik tingkat Pengurus Cabang (PC) maupun pengurus Serikat Buruh Anggota (SBA) mengerti akan pendidikan dasar khususnya di sektor perburuhan atau ketenagakerjaan  di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri 19 orang yang di antaranya berasal dari PC dan pengurus SBA yang berada di kota Tangerang seperti INJAFIS, GEP, RPP dan Graha Fortuna.

Pendidikan dasar ini berisikan materi mengenai Manajemen Organisasi, Pendidikan Orang Dewasa, Sejarah FSBKU, Sejarah Gerakan Buruh Indonesia, dan Hak Normatif Pekerja. Proses belajarnya lebih mengedepankan diskusi tematik dan dua arah agar para peserta lebih pro aktif dalam mengikuti pembahasan serta mampu memahami materi-materi yang disampaikan.

Sesi pertama diisi dengan materi Pendidikan Orang Dewasa yang di sampaikan oleh Heri Kiswanto dan staf Danang Efendi. Materi ini berlangsung selama satu jam. Penyampai materi menjelaskan proses dan teknis yang membedakan pendidikan formal dengan pendidikan orang dewasa. Materi ini juga memberikan penekanan tentang pentingnya Pendidikan, yaitu sebagai upaya ‘membebaskan’ buruh dari pembodohan kapitalisme

Kemudian pada sesi kedua diisi dengan materi Sejarah Gerakan Buruh Indonesia yang di sampaikan oleh Arief Numaeri. Materi ini berlangsung selama dua jam. Poin dari materi Sejarah Gerakan Buruh Indonesia ini menceritakan kondisi buruh dalam tiga babak yakni 1) mengalami penindasan, 2) upaya pembangunan gerakan yang solid, dan 3) perpecahan yang dialami di setiap fase.

Setelah materi kedua ini, kegiatan pendidikan rehat sejenak untuk ISHOMA selama 95 menit.

Setelah ISHOMA, Zaenal Rusli melanjutkan materi berikutnya yaitu Sejarah FSBKU. Materi ini membahas bagaimana asal mula FSBKU lahir di dunia perserikatan buruh di Indonesia. Dari ke ketiga belas orang yang terpampang di logo FSBKU, di antaranya adalah yang mencetuskan nama “Karyo Utomo”. Sampai Kongres ke VI 2018, FSBKU masih menunjukkan kontribusinya bagi gerakan rakyat di Indonesia.

Materi dilanjutkan dengan mempersilakan pengurus SBA menceritakan sejarah berdiri serikatnya (Serikat Buruh Anggota/ SBA) masing-masing. Selain menceritakannya dalam bentuk lisan, peserta juga diwajibkan untuk menceritakan sejarah SBA ke dalam sebuah tulisan. Setelah materi ketiga ini selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rehat selama 30 menit.

Masuk pada materi terakhir yang di sampaikan oleh Danu Setiawan yakni mengenai Hak Normatif Pekerja. Di sesi ini peserta menerima materi dengan cara kerja kelompok diskusi. Pada sesi ini Danu menyampaikan bahwa hak-hak normatif yang seharusnya diterima oleh pekerja harus berdasarkan aturan dari UUD 1945, UUK13/2003, UU21/2000, Keputusan Menteri, Peraturan Gubernur, Peraturan Pemerintah, dan juga Kovenan Internasional menyangkut soal HAM.

Hak normatif pekerja yang sudah diatur dalam UU dan berbagai produk hukum lainnya wajib dipenuhi oleh perusahaan. Danu menyampaikan produk hukum yang mengatur hak normatif ini juga wajib diketahui oleh para pekerja untuk menjadi acuan dalam tahap advokasi.

Pada saat waktu telah menunjukkan pukul 20:00 WIB peserta pendidikan menyepakati untuk melanjutkan materi Manajemen Organisasi di sesi di Minggu depan. Sebagai penutup kegiatan pendidikan hari ini, seluruh peserta berfoto dengan gaya bebas.

 

Editor: Nje (SSDEM)

Penulis: Arif Numaeri (SBKU-RPP)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here