Efek Virus Corona, Driver Ojek Online Sepi Penumpang

0
197
Driver ojek online mengeluhkan sepinya orderan (15/3). Foto: Hamdani Rasyid

FILeM, Jakarta – Sejak imbauan Presiden Jokowi untuk meminta seluruh masyarakat menerapkan perilaku social distancing dan work from home pada Minggu (15/3/2020) sebagai strategi memutus rantai penyebaran virus corona, hal ini menimbulkan banyak dampak terutama bagi driver online.

Menurut pantauan reporter FILeM, sepekan setelah imbauan 14 hari di rumah aja, pada hari Senin (21/03/2020) Stasiun Karet dan Stasiun Tebet nampak sepi dari biasanya.

Driver ojek online langsung merasakan dampaknya. Tidak adanya aktivitas dalam lingkup pendidikan dan perkantoran yang terpaksa bekerja dari rumah untuk menghindari penularan virus corona membuat pendapatan driver ojek online merosot tajam.

Imam, Driver Ojek Online yang biasa mangkal disekitaran stasiun Karet, mengeluhkan sepinya orderan, imbas dari virus corona.

“Virus Corona sangat berdampak bagi kami yang bermata pencaharian sebagai ojek online, pendapatan menjadi berkurang drastis karena para customer tidak ada yang bepergian keluar rumah dan kantor-kantor diliburkan, hari ini saja narik dari pagi sampai siang begini cuma dapat satu, dapat buat makan aja udah bersyukur ini,” tutur Imam.

Sementara perihal tentang keselamatan dan bahaya corona, Imam mengatakan, “Yah, mau gimana lagi, bismillah aja saya. Minta sama yang di atas biar sehat. Kalau gak narik ya gak makan.”

Tak berbeda jauh dengan Imam, driver ojek online bernama Jaja yang biasa menunggu orderan di stasiun Tebet juga mengalami nasib serupa.

Mengenai imbas virus corona yang tengah melanda, Jaja menuturkan, “Kacau, dampaknya sangat signifikan. Order sepi gak ada sewa. Dapat makan buat sehari aja udah alhamdulillah, gak mikir yang lain-lain udah.”

Jaja juga berharap situasi ini cepat membaik. Dia berharap pemerintah memberikan kebijakan dan solusinya.

“Harapan saya terhadap pemerintah adalah jangan selalu memberikan kebijakan tanpa solusi, roda ekonomi bisa mati kalau kebijakan terus terusan seperti ini. Orang-orang dilarang untuk keluar rumah, sementara kami kerja dijalanan mengharapkan orang-orang untuk bepergian,” kata Jaja.

“Jikalau kebijakan tersebut ditetapkan mohon dapat memberikan solusi, dengan meringankan atau membantu kami para ojek online, saya hanya bisa berharap yang terbaik. Semoga pemerintah juga dapat melakukan kebijakan yang menguntungkan seluruh aspek lapisan masyarakat.”

Penulis: Mikhail Adam

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here