Hari Tani Nasional (HTN) diperingati pada tanggal 24 September setiap tahunnya. Peringatan itu diramaikan lewat aksi di Istana Negara hari ini (27/09) bersama dengan aliansi Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA).

Sebagai anggota Federasi Serikat Nasional yang dipayungi oleh Konfederasi Serikat Nasional, saya ikut memperingati HTN bersama aliansi KNPA.

Pengalaman mengikuti aksi HTN bagi saya amat mengharukan. Dengan berinteraksi langsung dengan massa aksi petani, saya turut merasakan kondisi hidup petani yang berasal dari lapisan masyarakat bawah.

Saya merasakan betapa para petani itu datang dengan semangatnya untuk berjuang melawan kebijakan rezim yang menindas para petani.

Petani Peserta Aksi Hari Tani Nasional. Dokumentasi: FSBKU-KSN

Para petani itu datang dari berbagai daerah, seperti Indramayu, Ciamis, Bandung dan berbagai daerah lainnya. Berbagai golongan umur juga ikut memperingati HTN, mulai dari orang tua (kakek dan nenek) hingga anak-anak kecil keluarga petani.

Pemandangan aksi yang saya amati terlihat begitu miris. Petani yang hidup dalam kondisi yang tertindas itu berjuang di depan Istana Negara yang terlihat begitu megah. Antara petani dengan Istana Negara terlihat seolah-olah terpisah. Padahal Istana Negara itu sendiri merupakan rumah bersama bagi seluruh rakyat.

Solidaritas terhadap para petani itu digalang oleh berbagai kelompok gerakan secara lintas sektoral. Dalam hal ini, berbagai serikat buruh ini ikut bersolidaritas dengan berbaur bersama petani pada aksi HTN. KNPA itu sendiri merupakan aliansi multi-sektor, mulai dari serikat buruh, miskin kota, kelompok sipil dan lainnya, di mana KSN juga ikut tergabung di dalamnya

Kontributor: Billy John (FSBKU-KSN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here