Catatan Singkat Keadaan Buruh Tambang di Halmahera Tengah Maluku Utara

0
437
seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah Kec. Weda Tengah tergilas alat berat Loder hingga nyawa melayang.

Kecelakaan kerja di sektor industri tambang terus menerus terjadi setiap tahun. Pada tanggal 15 Februari 2020 masyarakat Maluku Utara umumnya Indonesia di kejutkan dengan kabar yang mengentak hati ketika seorang buruh tambang PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (PT. IWIP) di Kabupaten Halmahera Tengah Kec. Weda Tengah tergilas alat berat Loder hingga nyawa melayang. Sekitar pukul 08.00 WIT Herminto J. Bunga, buruh tambang asal Jailolo Halmahera Barat ini mengalami kecelakaan tubuhnya tergeletak di jalan lokasi tambang PT. IWIP dengan keadaan tubuh tidak wajar dan berlumur darah

Sesuai bukti lapangan bahwa kecelakaan sudah berulangkali terjadi di lokasi PT. IWIP tahun-tahun kemarin pun tercatat, pertama; seorang Tenaga Kerja Asal China, Ma Hou Bing (61) pada Selasa (5/11/19) sekira pukul 14.20 WIT siang, kedua; Irfan Samsudin (25) pada 30 Desember 2019, ketiga Glen Aditia Mole pada 5 Januari 2020 sekitar pukul 17.30 WIT, dan yang keempat Herminto J. Bunga (15/0220) sekitar pukul 08.00 WIT pagi.

Bukan hanya itu buruh tambang mengalami kecelakaan berujung nyawa melayang di beberapa tambang di Halmahera Tengah adapun terjadi di area penambangan milik PT Sinar Karya Mustika, (SKM) Kec. Pulau Gebe. Kecelakaan tersebut, menewaskan seorang buruh yang bernama Umar Saleh ,(28) asal Desa Banemo Patani Barat Halmahera Tengah pada Rabu 18 April 2018.

Selain itu juga tiga orang buruh tewas dan satu buruh luka yang masih bisa di selamatkan, kejadian ini akibat tertimbun longsor di galian PT. Bhakti Pertiwi Nusantara (PT. BPN) di Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah pada Minggu (10/3/2019). Ketiga korban tewas diketahui bernama Yanto (31) asal Kabupaten Pulau Morotai, Yusup (40) asal Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan, dan Hendra (25) asal Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara. Sedangkan korban luka bernama Novian Sumampau (29) asal Manado, Sulawesi Utara.

Perlu di ketahui bahwa nama buruh yang korban tercatat di atas sampai nyawa melayang dan luka-luka bukan lah hitungan angkat-angka tapi manusia (buruh) yang nyawanya melayang tidak wajar dan menyedihkan bagi keluarga anak-istri dan orang-orang dekat tercinta yang merasa kehilangan selamnya. Ingat selamanya.

Padahal kita tahu bersama hak-hak buruh kerja layak, hidup layak dan upah merupakan hak dasar dan pokok yang harus di penuhi oleh perusahaan dan pemerintah.

Penulis: El Aslan (Mahasiswa)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here