Buruh Toyota Di Seluruh Dunia, Bangkitlah! Lawan Segala Bentuk Ketidakadilan oleh Perusahaan Toyota Jepang!

0
321
Aksi buruh TMPCWA menuntut pertanggungjawaban Toyota

Perusahaan, di mana pun pabrik itu berada atau dari mana pun asal modalnya, cenderung bersikap anti terhadap serikat buruh. Selama 17 tahun, buruh di pabrik otomotif penyuplai Toyota di Filipina masih berjuang melawan tindakan pemberangusan serikat (Baca: Kronologi Kasus Buruh Toyota di Filipina).

Pemberangusan serikat pekerja dengan memecat pengurus dan anggota serikat adalah tindakan yang tidak manusiawi. Buruh berhak untuk berorganisasi sebagai wadah memperjuangkan kesejahteraan baginya dan keluarganya.

Atas dasar perasaan senasib dan sepenanggungan, kami Konfederasi Serikat Nasional menyatakan dukungan penuh kepada buruh Toyota Filipina anggota serikat Toyota Motor Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA). Kami mendesak AKIO TOYODA selaku CEO Toyota Japan untuk bernegosiasi dengan 237 buruh yang dipecat secara sepihak oleh manajemen Toyota Motors Philippines Company (TMPC)

Berikut ini adalah pernyataan sikap yang dikeluarkan oleh TMPCWA:

Kami, buruh Toyota di Filipina yang tergabung dalam Serikat Buruh Pabrik Toyota (Toyota Motor Philippines Corporation Workers Association (TMPCWA) terus berjuang selama lebih dari 17 tahun melawan pemecatan sepihak oleh perusahaan terhadap 233 + 4 anggota serikat.

Toyota Motors Philippines Company (TMPC) telah melanggar hak asasi manusia dengan memecat anggota serikat dan menolak keberadaan serikat buruh independen di dalam pabrik. Tindakan itu tidak lain merupakan upaya perusahaan untuk terus menikmati keuntungan di atas keringat buruh selama bertahun-tahun.

Selama berjuang lebih dari 17 tahun, kami telah meraih kemenangan-kemenangan kecil seperti adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh ILO. Namun, Toyota tetap bertahan dengan mengabaikan rekomendasi yang ada dan bertingkah seolah-olah kebal hukum. Toyota dengan sengaja mengelak atas tindakan ilegalnya memecat anggota serikat buruh.

Meskipun demikian, kami dari TMPCWA akan terus bertahan dan berjuang melawan kesewenang-wenangan Toyota sampai kami menang!

Situasi yang kami alami persis seperti yang dialami oleh kawan seperjuangan di Indonesia, para buruh Nanbu (pemasok untuk Toyota) dan juga buruh Daihatsu. Kami yang berupaya membangun serikat independen mengalami pemberangusan dan diskriminasi oleh perusahaan. Kami yakin bahwa tindakan yang dilakukan oleh perusahaan pemasok Toyota di Filipina tidak terpisahkan dari kebijakan perusahaan induk Toyota di Jepang.

Dalam kata lain, Toyota Jepang harus bertanggungjawab atas pelanggaran hak asasi yang dilakukan oleh pemasoknya!

Pemecatan sepihak yang mempengaruhi kehidupan buruh merupakan tindakan yang tidak dapat diterima. Kita tidak bisa diam mewajarkan kesewenang-wenangan Toyota terhadap seluruh buruh di seluruh rantai pasok Toyota di berbagai negara. Kita harus berjuang dan bersatu!

Perusahaan induk Toyota di Jepang dan AKIO Toyota sebagai otak di balik kebijakan-kebijakan perusahaan yang berlaku di seluruh rantai pasok harus bertanggung jawab.

Mari kita serukan ke seluruh dunia tentang penindasan yang dilakukan oleh Toyota dan menuntut perusahaan agar bertanggungjawab atas pelanggaran yang dilakukan terhadap pekerja.

MARI BERSATU DAN BERJUANG BERSAMA, MENGUTUK TINDAKAN PEMBERANGUSAN SERIKAT

PANJANG UMUR SOLIDARITAS INTERNASIONAL!

Toyota Motor Philippines Corporation

Workers Association (TMPCWA)

6 September 2018

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here