Buruh PT. Wakatobi Resort Dijemput Paksa Oleh Kepolisian

0
894 views

Senin, 15 April 2013
PerspektifNews, Wakatobi – Sebelas buruh yang tergabung dalam Serikat Perjuangan Buruh Indonesia PT. Wakatobi Resort (SPBI PT. WR) dijemput paksa oleh Polres Wakatobi pada hari Sabtu (13/4). Salah satu buruh yang dijemput paksa adalah Koordinator Departemen Hukum dan Advokasi SPBI PT WR, Suese Iri. Mereka dijemput oleh kepolisian karena dilaporkan oleh pihak Manajemen PT Wakatobi Resort (PT. WR) dengan tuduhan telah melakukan penyerobotan lahan milik perusahaan asing tersebut.

Ketika dihubungi PerspektifNews, Sekretaris SPBI PT WR, Ahmad Ode Tarani menyatakan bahwa pada Sabtu sore itu, Kapolsek Tomia, Iptu La Ode Sahabuddin Sambo mendatangi Sekretariat SPBI PT WR. “Ia mengatakan bahwa Kabag Ops Polres Wakatobi, Kompol Karjono Liwang ingin bertemu dengan para pengurus SPBI PT WR untuk berdiskusi,” katanya.

Ia juga menambahkan sebelumnya, pada Sabtu dini hari, sekitar 20 orang personil dari Polres Wakatobi datang ke lokasi PT WR untuk melakukan pengamanan. Kedatangan personil polisi tersebut disebabkan karena telah beredar isu bahwa SPBI PT WR akan menggelar aksi di Pulau Tolandono, One Mobaa, desa Lamanggau, Kecamatan Tomia, Kabupaten Wakatobi.

Menurut Ahmad, ketika ia bersama sejumlah kawannya mendampingi sebelas orang yang dijemput paksa, mereka ditemui oleh salah satu anggota Polres Wakatobi, Briptu Suwandi. “Ia mengatakan bahwa anggota SPBI PT WR yang belum diperiksa oleh penyidik Polres Wakatobi terkait laporan penyerobotan lahan oleh PT WR, maka akan dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Anehnya, penyidik tersebut tidak memperlihatkan surat pemanggilan dan surat perintah penangkapan kepada para buruh yang dijemput paksa. Berdasarkan cerita Ahmad, ia hanya merogoh secarik kertas dari sakunya, dan memperlihatkannya secara sepintas, tanpa diperbolehkan untuk dibaca. “Ini surat panggilan dan perintah penangkapannya,” ujar Ahmad ketika menirukan gaya bicara Briptu Suwandi.

Sebelumnya, pada Agustus 2012 sebanyak 8 orang anggota SPBI PT WR juga pernah dijemput paksa oleh puluhan aparat gabungan dari Polsek Tomia,, Tomia Timur, dan Polres Wakatobi terkait penyerobotan lahan yang diadukan oleh PT WR. Menurut Ahmad, laporan tersebut berawal ketika para buruh PT WR melakukan aksi mogok kerja untuk menuntut hak normatif di PT WR.

Di tempat terpisah, Koordinator Sekretariat Nasional Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (Koord. SEKNAS FSPBI) William Marthom, saat ditemui PerspektifNews di Jakarta mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan penangkapan tersebut. “Kami sangat menyayangkan sikap aparat yang bertindak demikian, dimana anggota kami (SPBI PT WR) dijemput paksa ala pelaku tindak kejahatan berat,” tandasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penangkapan tersebut merupakan salah satu indikasi dari praktek kriminalisasi terhadap buruh. “Penangkapan itu tidak sesuai dengan prosedur dan melanggar ketentuan hukum, seperti yang diatur dalam KUHAP. Polisi tidak membawa surat perintah penangkapan dan atau setidak-tidaknya aparat yang menjemput para terlapor membawa surat panggilan ke- III,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Nasional (DPP KSN) Mukhtar Guntur Kilat, menambahkan bahwa peristiwa yang menimpa anggota KSN di PT WR adalah praktek kriminalisasi terhadap buruh dan aktivis buruh yang menuntut hak- hak normatifnya (Ari)

sumber diambil dari http://www.perspektifnews.com/2406/buruh-pt-wakatobi-resort-dijemput-paksa-oleh-kepolisian/

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here