Pada Senin 17 November 2014, sidang Depekab penetapan KHL dan UMK Karawang digelar. Sidang diiringi dengan ribuan pengunjuk rasa dari organisasi buruh FSPK-KSN Karawang dan organisasi buruh lainnya. Mereka memenuhi halaman kantor Bupati Karawang dan bergabung untuk memperjuangkan kenaikan UMK Karawang sebesar 30%.

Seperti dituturkan oleh Agus Jafar Sidiq sebagai korlap pengunjuk rasa sekaligus Sekretaris FSPK-KSN Karawang, ia merasa kecewa terhadap perwakilan pemerintah di Depekab yang tidak pro-buruh. “Seperti kawan-kawan ketahui bahwa unsur Depekab itu terdiri dari 3 unsur, ada unsur Apindo, unsur pemerintah dan unsur buruh. Kenapa tadi kami nyatakan unsur pemerintah tidak pro terhadap permintaan atau permohonan dari buruh, karena secara riil ketika unsur pemerintah berpihak kepada buruh, maka keputusannya adalah menyetujui kenaikan upah sebesar 30%.”

Ia melanjutkan, “Tetapi karena unsur pemerintah, yang sebenarnya adalah penggabungan jumlahnya dari unsur buruh dan Apindo, maka seharusnya ketika mereka berpihak kepada unsur buruh, keputusannya adalah mendukung keinginan dari buruh yaitu kenaikan upah sebesar 30%, karena tadi sebenarnya kekuatan dari unsur pemerintah adalah unsur penggabungan dari kekuatan unsur buruh dan Apindo.”

Agus Jafar Sidiq juga mengatakan bahwa para buruh organisasi FSPK-KSN dan organisasi buruh lainnya akan bertahan di halaman Kantor Bupati Karawang sampai sidang Depekab memutuskan kenaikan UMK Karawang sebesar 30%, bahkan jika keputusan itu datang setelah hari dimana mereka melakukan aksi. (Harza)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here