Meski telah bertahun-tahun bekerja, buruh kontrak PT. Arava Manufacturing tidak pernah mendapat kepastian diangkat sebagai pekerja tetap. Praktek perpanjangan kontrak lebih dari dua kali merupakan hal yang wajar di perusahaan yang memproduksi sepeda roda tiga dengan merk ‘Al-Frex’ itu. Rata-rata buruh telah mengalami 6 kali perpanjangan kontrak tanpa jeda. Kondisi itu memicu aspirasi buruh untuk meminta perubahan status menjadi buruh tetap (PKWTT)

Tidak hanya buruh kontrak, buruh dengan status tetap pun tidak mendapatkan hak yang semestinya. Upah tahun 2014 yang diterima oleh 73 pekerja, baik kontrak atau tetap, berada di antara Rp. 1.500.000 – Rp. 1.900.000. Padahal, UMK di Kabupaten Tangerang yang ditetapkan adalah sebesar Rp. 2.442.000. Artinya, perusahaan yang beralamat di Jln. Raya Serang Kelurahan Sukamulya Rt/w 04/02 Cikupa, Kabupaten Tangerang tahun berutang selisih upah dari yang diterima buruh antara Rp. 542.000 hingga Rp. 942.000.

Setelah sebelumnya keluhan tersalurkan secara individual, para buruh PT. Arava mulai berjuang secara kolektif. 5 April 2014 tepatnya, puluhan buruh membentuk serikat buruh di bawah payung FSBKU-KSN. Pembentukan serikat itu tidak tiba-tiba, melainkan melalui proses pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) selama 6 bulan yang didampingi oleh Pengurus Pusat FSBKU.

Selang sebulan, pengurus SBKU PT. Arava menemui HRD PT. Arava Yuhardi pada 5 Mei 2014 dengan maksud memberitahukan serikat buruh yang telah dibentuk. Dengan niat baik, pengurus menjelaskan tujuan pendirian serikat buruh, yaitu untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban buruh dan pengusaha, selain tentunya untuk menyampaikan aspirasi anggota.

Tujuan itu diharapkan dapat ikut berkontribusi memajukan perusahaan.

Yusril, Eko, Budi dan Ahmad Rohman selaku pengurus merasa lega telah memberitahukan keberadaan serikat yang telah dibentuk. Memang, pengurus tidak membutuhkan pengakuan dari pihak perusahaan. Pengakuan hanya dibutuhkan dari anggota sebagaimana serikat buruh adalah milik anggota. Tugas pengurus adalah menjalankan amanah dari anggota untuk memperjuangan kesejahteraan anggota dan keluarganya.

Niat baik itu tidak diterima oleh perusahaan. Pihak perusahaan menolak adanya SBKU PT. Arava. Lebih jauh, bahkan pihak perusahaan mengancam pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi buruh yang berserikat, dan melarang keikutsertaan buruh dalam serikat.

Pengurus SBKU PT. Arava dipertemukan oleh Juniarti, selaku perwakilan manajemen dari kantor pusat di Jakarta. Juniarti mempertanyakan pembentukan serikat. Ia mengira bahwa serikat yang dibentuk adalah SPSI. Pihak perusahaan khawatir serikat buruh yang terbentuk selain SPSI akan mengacaukan perusahaan.

Meski mempertanyakan keberadaan SBKU PT. Arava, namun perusahaan secara tidak langsung mengakui adanya serikat. Beberapa kali pengurus dipanggil untuk membicarakan hal-hal yang menyangkut pekerja/ buruh di Arava. Mulai dari perpanjangan atau pemutusan kontrak kerja, perusahaan terlebih dahulu meminta pendapat kepada pengurus serikat. Sejak serikat terbentuk, buruh PT. Arava menikmati kenaikan upah dan peningkatan kesejahteraan berkat perjuangan anggota dan pengurus serikat.

Namun, perusahaan berubah dengan bertindak lebih agresif. Aspirasi buruh kontrak untuk diangkat dengan status tetap, sebagaimana hak itu diatur dalam UU Ketenagakerjaan, disikapi dengan pemutusan kontrak. Satu per satu pengurus serikat diberhentikan secara sepihak dengan alasan habis kontrak dan intimidasi. Sementara itu, perusahaan melakukan intimidasi kepada anggota-anggota serikat. “Jangan kalian ikut begitu-begituan, karena kalian akan dibodohi buruh.”

Kehadiran serikat buruh dengan niat baik anehnya membuat perusahaan gerah. “Saya tidak akan bicara panjang lebar, karena saya takut salah bicara, dan kalian akan melapor pada serikat lain,” tutur Yuhardi salah seorang manajemen perusahaan dalam perundingan.

Dalam proses advokasi memperjuangkan hak buruh kontrak, perusahaan tidak lagi mau mempekerjakan buruh yang diputus kontraknya. Sebagai kompensasi dari pemutusan kontrak, perusahaan memberikan pesangon sesuai dengan masa kerja dan jasa-jasanya selama bekerja bertahun-tahun di perusahaan.

Perusahaan tampaknya lebih merestui SPSI dibandingkan SBKU di dalam pabrik. SBKU dianggap tidak bisa diajak berkompromi dengan manajemen. Sikap SBKU jelas, bahwa setiap serikat buruh apapun benderanya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memperjuangkan dan mempertahankan hak-hak anggota demi peningkatan kesejahteraan anggota.

 

Koresponden Buruh: Sugiyono (FSBKU)

 

Berikut beberapa data riwayat kerja buruh/pekerja PT. Arava MFG

Nama Posisi Masa Kerja Status Upah
Hendriansah Packing 10 April 2012 Training Upah Rp. 1.230.000
Oktober 2012 Kontrak Upah Rp. 1.230.000
April 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Soni. M Preparing 09 Okto 2012 Training Upah Rp. 1.200.000
09 Juni 2013 Kontrak Upah Rp. 1.656.000
April 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Ahmad Rohim Packing 05 Maret 2012 Training Upah Rp. 1.230.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Insofa Hari. K Preparing 07 Mei 2012 Training Upah Rp. 1.290.000
07 Maret 2013 Kontrak Upah Rp.1.527.150
07 Juli 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000Premi hadir Rp. 15.000
Rifqi. A Gudang 10 Sept 2012 Training Upah Rp. 1.290.000
12 Juli 2013 Kontrak Upah Rp. 1.527.150
12 Juli 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Supriyadi Welder 12 Juni 2012 Training Upah Rp. 1.290.000
12 Sept 2012 Kontrak Upah Rp. 1.627.000
12 Juli 2013 Kontrak Upah Rp. 2.045.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Premi profesi Rp. 100.000
Dedy Supriadi Preparing 10 April 2012 Training Upah Rp. 1.230.000
15 Oktober 2012 Kontrak Upah Rp. 1.230.000
09 April 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Alvian. N. P Preparing 10 April 2014 Training Upah Rp. 1.527.150
Uang makanRp. 60.000
Ariya Gunawan Packing 07 Sept 2013 Training Upah Rp. 1.439.650
07 Jan 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 62.500
Nur. M. Chibqi Packing 08 Juli 2012 Training Upah Rp. 1.290.000
08 Maret 2013 Kontrak Upah Rp. 1.527.150
25 April 2014 Kontrak Upah Rp. 2.095.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Ruruh. B.M Preparing 12 Okto 2012 Training

 

Upah Rp. 1.290.000
12 Jan 2013 Kontrak Upah Rp. 1.527.000
12 Juli 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.000
Eko Budi. S Packing 04 Juli 2012 Training Upah Rp. 1.290.000
04 Maret 2013 Kontrak Upah Rp. 1.527.000
04 Juli 2014 Kontrak Upah Rp. 1.960.000
Uang makan Rp. 125.000
Premi hadir Rp. 15.00

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here