Berikan Hak – Hak para Buruh Tunjangan Hari Raya ( THR ) Adalah hak buruh yang harus dipenuhi oleh Pengusaha Bangun POSKO Perjuangan THR

0
1,030 views

 

Berikan Hak – Hak para Buruh

Tunjangan Hari Raya ( THR ) Adalah hak buruh yang harus dipenuhi oleh Pengusaha

Bangun POSKO Perjuangan THR

Salam Rakyat Pekerja,

Menjelang bulan ramadhan, rakyat Indonesia dihadapkan oleh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Yang pada akhirnya akan berimbas pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Selain itu kenaikan harga BBM bersubsidi jelas akan menimbulkan dampak sosial dan menyebabkan bertambahnya angka kemiskinan di Indonesia. Khususnya di sektor buruh, kenaikan ini tentu saja sangat merugikan karena kenaikan UMP tahun 2012 sebesar 30% tidak berati apa-apa lagi dengan naiknya harga BBM. Bukan hanya itu, kenaikan yang telah ditetapkan tersebut sampai saat ini tidak bisa dinikmati karena banyaknya pengusaha yang mengajukan penangguhan upah dan masih banyaknya pengusaha yang belum menaikkan upah sesuai dengan ketetapan pemerintah.

Kini pada akhir-akhir bulan ramadhan hak buruh dikesampingkan kembali. banyak perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan hak Tunjangan Hari Raya yang seharusnya itu segera diberikan oleh pengusaha manapun. Tunjangan Hari Raya adalah sebuah hak yang tak bisa dinegosiasi karena sudah tertuang pada UU Ketenagakerjaan yang nominal dihitung berdasarkan peraturan tersebut. Ketidakpedulian pengusaha dengan tidak memberikan hak tersebut menunjukan ketidakpedulian terhadap hak pekerjanya. Menurut data yang diperoleh ada lebih dari 200 perusahaan di di tiga kota besar Jakarta, Bandung, dan Tangerang bahkan merumahkan pekerjanya menjelang bulan ramadan dengan alasan tidak ada pekerjaan, padahal nyatanya hal itu disinyalir hanya akal busuk perusahaan untuk melepaskan tanggungjawabnya untuk memberikan hak Tunjangan Hari Raya pekerjanya.

Penyataan pemerintah lewat menakertrans bahwa Setiap pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 3 (tiga) bulan secara terus-menerus atau lebih maka  berhak mendapatkan THR, termasuk  pekerja /buruh dengan status outsourcing (alih daya), kontrak, atau pekerja tetap berhak menerima THR, pun tidak pernah ada realisasinya karena tidak ada ketegasan atau sanksi dalam pernyataan tersebut. Faktanya yang terjadi masih banyak perusahaan yang tidak memperdulikan pernyataan tersebut bahkan inipun dibiarkan kembali oleh pemerintah dan dan tutup mata.

Maka komplit sudah ketidakadilan yang dirasa kaum buruh umum rakyat Indonesia. Dihadapakan dengan upah yang rendah, kenaikan harga-harga kebutuhan semakin melonjak karena dampak kenaikan harga BMM dan kini tidak ada kepedulian perusahaan dan pemerintah untuk mendapatkan haknya yaitu Tunjangan Hari Raya.

Maka dari itu, kami dari Konfederasi Serika Nasional menyatakan sikap:

  1. Berikan Tunjangan Hari Raya untuk para pekerja/buruh.
  2. Tunjangan Hari Raya adalah hak yang tak bisa dinegosiasikan dan harus segera dijakankan.
  3. Bangun posko-posko perjuangan THR.
  4. Pemerintah harus bertanggungjawab atas penderitaan rakyat Indonesia.

 

Jakarta, 29 Juli 2013

Dewan Pimpinan Pusat – Konfederasi Serikat Nasional

( DPP- KSN )

 

    Wakil Presiden                                                       Sekretaris Jendral

ttd                                                                                ttd

( Muhtar Guntur Kilat )                                               (  Yoan Sutiawan  )

 

 

Bagikan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here