Bebaskan Buruh Maruti-Suzuki, India!

0
367
Ribuan pekerja Maruti-Suzuki berunjuk rasa di depan pabrik yang berlokasi di Manesar, daerah pinggiran kota New Delhi pada 14 Oktober 2011. Sumber: https://themangonews.com

Pernyataan Sikap Serikat Pekerja Maruti-Suzuki, India

13 Anggota Serikat Buruh Maruti Dipenjara Seumur Hidup karena Berserikat dan Berjuang Menghapus Sistem Kerja Kontrak.

Sebanyak 13 saudara kami “dipenjara seumur hidup” – termasuk 12 pengurus Serikat Buruh Maruti Suzuki. Pengadilan India memvonis mereka bersalah atas  “pembunuhan” pada sore, 18 Maret 2017. Empat buruh lainnnya juga dihukum lima tahun penjara. Empat belas buruh dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, tapi mereka dibebaskan karena sudah menjalani masa tahanan selama empat tahun. Kami tidak tahu siapa yang akan mengembalikan tahun-tahun yang hilang. Sebanyak 148 buruh dipenjara 4 tahun tanpa jaminan sejak 2012 dan 2.500 buruh sebelumnya di-PHK secara illegal dan terus menghadapi tekanan negara.

Kami menolak vonis dan menolak ini sebagai “pengadilan objektif.” Dakwaan jaksa dan vonis berlandaskan pada saksi palsu, tanpa bukti kuat, hanya murni kebencian semata terhadap kelas buruh. Buruh Maruti tidak terlibat dalam kematian malang manajer pro-pekerja yang membantu pencatatan Serikat, MR. Avanish Kumar Dev. Pengacara membuktikan ini dengan meyakinkan dalam persidangan.

Konflik pada 18 Juli 2012 dimulai dengan seorang supervisor pabrik menyerang pekerja Dalit (kasta terbuang), Jiyalal. Jiyalal menjadi terdakwa utama dalam kasus in. Supervisor itu melakukan penghinaan kasta dan menskors Jiyalal. Seluruh bagian lain dari kasus ini merupakan konspirasi manajemen untuk memberangus Serikat, pemberangusan hak untuk berserikat, dan serangan pada tuntutan, khususnya penghapusan sistem buruh kontrak. Tuntutan itu terus naik dan menjadi simbol perjuangan buruh.

Kasus hukum ini sebenarnya dimulai dengan gaya represif yang terus merongrong ribuan pekerja setelah 18 Juli 2012 oleh aliansi busuk antara manajemen, pemerintah, termasuk polisi, dan dinas tenaga kerja. Vonis yang bernuansa anti-buruh dan sangat dipengaruhi oleh kepentingan pengusaha ini dianggap sebagai “contoh” guna menebar ketakutan dan terror di antara semua buruh industri di India, khususnya di jalur Gurgaon hingga Neemrana di Haryana dan Rajasthan.

Dalam pernyataan dakwaan terakhir – mirip dengan perintah Pengadilan Tinggi Chandigarh pada Mei 2013 ketika menolak jaminan  bagi buruh – mengungkapkan tentang “hukuman mati” bagi buruh, tentang pentingnya memulihkan “kepercayaan” modal, dan inisiatif Perdana Menteri untuk mengundang investor global “Buatan India.” “Buatan India” adalah slogan pemerintah untuk mendorong produksi di India.  Kepercayaan kapitalis asing dan dalam negeri ini tergantung pada satu hal: tenaga murah dan patuh, tanpa serikat dan tuntutan kenaikan upah.

Dengan menyasar seluruh pengurus serikat, Perusahaan Raj ingin menyampaikan pesan bahwa gerakan buruh, kebebasan berserikat, dan aktivis serikat buruh dan HAM lainnya di India akan dengan gampang dilibas oleh kapitalis dan negara. Para pengurus serikat buruh dikriminalisasi hanya karena mereka memimpin perjuangan melawan praktik eksploitasi buruh oleh manajemen di tempat kerja. Pengurus serikat buruh juga dipidanakan akibat mengibarkan perjuangan panjang yang absah untuk hak dan martabat buruh sejak 2011, menyatukan buruh kontrak dan permanen, mendesak penghapusan sistem kontrak, martabat di tempat kerja, dan untuk mengakhiri praktik eksploitasi oleh manajemen.

Pendirian serikat buruh Maruti tercatat pada 1 Maret 2012. Kebangkitan buruh ini tidak dapat diterima oleh manajemen dan mereka ingin menggilas serikat kami, khususnya setelah penyerahan Piagam Tuntutan pada April 2012 yang mendesak penghapusan sistem kontrak. Jadi, mereka berkonspirasi dan meningkatkan konflik pada 18 Juli 2012.

Perjuangan yang penuh kekuatan dan harapan itu memberi energi positif bagi buruh lainnya untuk memerangi eksploitasi serupa di kawasan industri dan tempat lain, dari Honda ke Rico ke Asti ke Shriram Pistons ke Daikin AC ke Bellsonica dan masih banyak lagi. Kebangkitan buruh secara kolektif itu perlu dilibas dan “diberi pelajaran” di mata kepentingan manajemen perusahaan. Konflik dan kasus penindasan gerakan buruh serupa terjadi dari Grazino Transmission Noiga, Regent Ceramics Puducherry, Pricol di Chennai dan sebagainya. Vonis represif pengadilan semakin terus bertambah. Dan maka, kawasan industri berubah menjadi Barak Polisi.

Pemerintah mengubah sengketa industrial dengan manajemen menjadi “Masalah Ketertiban dan Hukum,” untuk mempidanakan buruh yang melawan untuk hak-hak berserikat dan sistem kontrak. Kami mengutuk kriminalisasi buruh.

Kami tidak takut, tidak lelah dengan penindasan yang terus berlanjut. Hanya dengan terus menggenjot persatuan buruh lintas pembagian kontrak dan karyawan tetap, dan kebangkitan kelas yang idnepnden melawan serangan eksploitasi-penindasan rezim-perusahaan yang terus berlangsung, kami akan terus maju. Ratusan ribu buruh di kawasan industri sudah melakukan aksi solidaritas sejak 9 Maret dan 16 maret. Lebih dari seribu buruh di Haryana, Rajasthan, UP, Tamil Nadu melakukan mogok makan.

Pada tanggal 18 setelah vonis, 30 ribu buruh di 5 pabrik Maruti-Suzuki melakukan mogok solidaritas “menghentikan kerja” meski manajemen mencoba menggilasnya seperti biasa dengan menekan para pekerja dan mengancam memotong upah 8 hari. Sejak 16 Maret, pelajar, berbagai macam buruh, aktivis HAM dan organisasi pro-demokrasi melakukan protes di lebih 20 kota, dan aksi solidaritas di lebih 20 negara.

Pada 23 Maret, Hari Perang Suci (pahlawan kemerdekaan India) Shaheed Bhagat Singh – Maruti Suzuki Mazdoor Sangh (MSMS), gabungan seluruh 6 pabrik Maruti Suzuki menyerukan “Chalo Manesar,” bagi ribuan buruh bersama-sama dan melakukan protes di Manesar. Kami mengajak semua kekuatan pro-buruh untuk bergabung dalam protes ini. Kami juga merasa perlu menggelar Hari Protes Nasional, kemungkinan 4 April. Dalam saat yang menentukan dan penting ini, kami mengajak semua buruh dan kekuatan pro-buruh berdiri membela tuntutan untuk membebaskan semua buruh, dan melancarkan perjuangan terus-menerus memastikan keadilan dan hak-hak buruh, dan menunjukan solidaritas dengan cara apapun yang memungkinkan.

 

23 Maret ko Chalo Manesar!

Bebaskan Buruh Maruti!

Akhiri Rezim Penindas-Penghisap di jalur industri!

Komite Buruh Provinsi

Serikat Buruh Maruti Suzuki Maruti

18 Maret 2017

Kontak: 7011865350 (Ramniwas), 9911258717 (Khusiram) atas nama PWC, MSWU

Email: marutiworkerstruggle@gmail.com

 

Diterjemahkan oleh: tim Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI)

Dimuat ulang untuk tujuan solidaritas

Sumber: https://themangonews.com/india/13-given-life-imprisonment-in-maruti-attacks-case/?doing_wp_cron=1489999627.6722450256347656250000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here