Bebaskan Aktivis Buruh KMU Maoj Maga!

0
183

Presiden Duterte salah jika ia berpikir bahwa represi terhadap pekerja dan rakyat akan membuat kami gentar

National Labor Center Kilusang Mayo Uno mengutuk keras penculikan dan penahanan ilegal terhadap salah satu anggotanya, yaitu Marklen Maojo B. Maga dan meminta agar Maga segera dilepaskan dan dibebaskan dari segala tuduhan.

Maga, 39 tahun, diculik oleh petugas Polisi Nasional Filipina yang berpakaian preman pada pukul 8.40 pagi ini di lapangan bola basket dekat tempat tinggalnya di San Mateo, Rizal setelah mengantarkan anaknya ke sekolah. Baru malam ini keluarga Maga mendapatkan konfirmasi bahwa Maga ditahan di PNP-CIDG di Kamp Crame.

Rezim Duterte bertanggung jawab atas penculikan dan penahanan ilegal atas Maga. Aksi ini merupakan reaksi atas kritik yang dilancarkan terhadap rezim Duterte yang fasis dan opresif. Rezim ini meningkatkan serangan fasisnya terhadap pekerja dan rakyat untuk membungkam perlawanan terhadap rezim diktatornya yang fasis.

Rezim fasis Durtete semakin gencar merepresi serikat buruh dan pembela rakyat yang menolak kebijakan yang anti-pekerja dan anti-rakyat. Rezim ini telah membunuh setidaknya 22 aktivis serikat. Pada tanggal 29 Januari yang lalu, pasukan bersenjata Filipina juga menyerang dan mengancam Komunitas pekerja di Compostela Valley dan menyerahkan anggota serikat perkebunan pisang sebagai tahanan dari New People Army

Maga adalah staff KMU yang ditugaskan untuk mengorganisir serikat pekerja di daerah pelabuhan, di kawasan pabrik di Valenzuela (diantaranya adalah pekerja Kentex), dan di pusat Luzon.

Sebelum bergabung dengan serikat, Maga merupakan pemimpin aktif gerakan mahasiswa. Ia adalah anggota League of Filipino Students (LSF) dan pendiri National Council yang merupakan anggota kelompok anak muda Anakbayan. Penahanan Maga juga diikuti oleh penahanan ilegal atas ayah mertuanya, Rafael Baylosis yang merupakan konsultan National Democratic Front of the Phillipines dan advokat hak-hak pekerja di Quezon City pada 31 Januari lalu.

Duterte salah jika ia berpikir bahwa serangan terhadap pekerja dan hak-hak masyarakat ini dapat membungkam penolakan atas pemerintahannya yang tiran. Upaya represi yang digencarkan ini akan justru mendorong para pekerja untuk menambah perlawanannya dan menggagalkan usaha Duterte untuk melanjutkan kediktatoran era Marcos. Duterte memberikan alasan bagi masyarakat untuk bersatu dan melakukan protes dan menggulingkan rezim fasisnya

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here