Apa Asal-Usul May Day?

0
558
Rosa Luxemburg berbicara di hadapan massa di Stuttgart tahun 1907. img: platypus1917.org

Judul Asli: What Are the Origins of May Day? (1894)
Penulis: Rosa Luxemburg
Sumber: https://www.marxists.org/archive/luxemburg/1894/02/may-day.htm

Gagasan mengembirakan menggunakan sebuah perayaan hari libur proletar[1] sebagai sarana untuk mencapai hari delapan jam pertama kali lahir di Australia. Para buruh di sana memutuskan pada tahun 1856 untuk mengorganisir suatu hari mogok kerja secara total dibarengi dengan mengadakan pertemuan-pertemuan dan hiburan sebagai suatu demonstrasi menuntut delapan jam kerja. Hari peringatan ini jatuh pada tanggal 21 April. Pada awalnya, para buruh Australia bermaksud hari peringatan ini hanya diperingati sekali saja, di tahun 1856. Namun karena peringatan tersebut berdampak sangat besar pada massa proletar Australia, membuat mereka gembira, dan mengarahkan mereka untuk agitasi baru, maka diputuskanlah untuk mengulang peringatan tersebut tiap tahunnya.

Sebenarnya, apa yang dapat memberi para buruh keberanian dan keyakinan yang lebih besar pada kekuatan mereka sendiri daripada mogok kerja massal yang telah mereka putuskan sendiri? apa yang bisa lebih memberikan keberanian pada budak-budak abadi pabrik dan pertokoan selain membentuk barisan mereka sendiri? Karena itu, gagasan peringatan proletar dengan cepat diterima, dan dari Australia, mulai menyebar ke berbagai negara lainnya sampai seluruh penjuru dunia proletar.

Kaum buruh yang pertama kali mengikuti kelas buruh Australia adalah kelas buruh di Amerika. Pada tahun 1886 mereka memutuskan bahwa 1 Mei sebaiknya dijadikan hari mogok kerja sedunia. Pada hari itu 200.000 buruh meninggalkan pekerjaan mereka dan menuntut 8 jam kerja sehari[2]. Selanjutnya polisi dan pelecehan hukum mencegah buruh untuk mengadakan demonstrasi [ukuran massa sebanyak ini] selama bertahun-tahun. Kemudian pada tahun 1888 mereka memperbarui keputusan dan menetapkan bahwa peringatan berikutnya akan berlangsung pada 1 Mei 1890.

Sementara itu, gerakan buruh di Eropa telah tumbuh kuat dan hidup. Ekspresi paling kuat dari gerakan ini muncul pada Kongres Buruh Internasional pada 1889. Pada Kongres tersebut, yang dihadiri 400 utusan, ditetapkan tuntutan delapan jam kerja sehari sebagai  tuntutan pertama. Lalu utusan dari serikat-serikat buruh Perancis, buruh Lavigne dari Bordeaux mengusulkan agar tuntutan ini disuarakan di semua negara dengan cara mogok kerja sedunia. Utusan kaum buruh Amerika menarik perhatian lewat keputusan kawan-kawannya untuk melakukan pemogokan pada 1 Mei 1890, sehingga pada akhirnya Kongres menetapkan hari tersebut sebagai peringatan proletar sedunia.

Dalam hal ini, sebagaimana 30 tahun yang lalu di Australia, kaum buruh benar-benar hanya menganggap ini sekedar demonstrasi satu kali saja. Kongres kemudian memutuskan bahwa kaum buruh dari seluruh belahan dunia akan melakukan demonstrasi bersama-sama untuk menuntut delapan jam kerja sehari pada 1 Mei 1890, dan tidak ada yang menyatakan usul untuk pengulangan aksi ini di tahun-tahun berikutnya. Saat itu wajar bahwa tidak ada seorangpun yang bisa memperkirakan cara cemerlang ini malah berhasil dan gagasan tersebut akhirnya diadopsi oleh kelas buruh. Bagaimanapun juga, cukup untuk menyelenggarakan Mayday pada satu kali agar tiap orang memahami dan merasakan bahwa Mayday harus menjadi institusi tahunan dan berkelanjutan […]

1 Mei menuntut penerapan delapan jam kerja sehari. Namun setelah tujuan ini dicapai, Mayday tidak ditinggalkan. Sepanjang perjuangan buruh melawan borjuasi dan kelas penguasa berlanjut, sepanjang semua tuntutan tidak dipenuhi, Mayday akan menjadi ekspresi tahunan tuntutan-tuntutan tersebut. Selanjutnya ketika hari-hari yang lebih baik tiba, ketika kelas buruh sedunia telah memenangkan pembebasannya maka kemanusiaan pun akan memperingati Mayday sebagai penghormatan atas perjuangan-perjuangan pahit dan berbagai kesengsaraan di masa lalu.

 

 

[1] Proletar adalah kaum yang tidak memiliki alat produksi, menjual tenagakerjanya kepada kelas kapitalis (pemodal) untuk bertahan hidup.

[2] Pada tanggal 1 Mei 1886 sebanyak 350.000 orang buruh yang diorganisir oleh Federasi Buruh Amerika melakukan pemogokan di banyak tempat di Amerika Serikat. Dua hari kemudian, 3 Mei, pemerintah mengutus sejumlah polisi untuk meredam pemogokan pekerja di pabrik McCormick. Polisi dengan membabi-buta menembaki pemogok yang berhamburan, pada saat kejadian ini terdapat empat orang tewas dan jauh lebih banyak lagi luka-luka. Ini menimbulkan amarah di kalangan kaum buruh, sebagian menganjurkan supaya mereka membalas dengan mengangkat senjata. ertemuan pada hari berikut, 4 Mei 1886, berlokasi di bunderan lapangan Haymarket, para buruh kembali menggelar aksi mogoknya dengan skala yang lebih besar lagi, aksi ini jaga ditujukan sebagai bentuk protes tindakan represif polisi terhadap buruh. Semula aksi ini berjalan dengan damai. Karena cuaca buruk banyak partisipan aksi membubarkan diri dan kerumunan tersisa sekitar ratusan orang. Pada saat itulah, 180 polisi datang dan menyuruh pertemuan dibubarkan. Ketika pembicara terakhir hendak turun mimbar, menuruti peringatan polisi tersebut, sebuah bom meledak. Polisi menyikapi ledakan bom tersebut dengan menembaki kerumunan pekerja yang berkumpul, sehingga 200 orang terluka, dan banyak yang tewas.

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here