Anggota Di PHK Sepihak, FSBKU Lampung Geruduk Perusahaan dan Disnaker Lampung

0
738
FSBKU Lampung bersama SMI, LMND dan KPBI mengadakan unjuk rasa memprotes pemecatan anggota serikat di PT. Sumber Batu Berkah dan Dealer Yamaha PT. Lautan Teduh, Foto: FSBKU
FSBKU Lampung bersama SMI, LMND dan KPBI mengadakan unjuk rasa memprotes pemecatan anggota serikat di PT. Sumber Batu Berkah dan Dealer Yamaha PT. Lautan Teduh, Foto: FSBKU

Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lampung pada 5 Juli 2018 berunjuk rasa untuk merespon persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan intimidasi yang dilakukan oleh dua perusahaan terhadap ketua serikat pekerja.

Aksi yang dimulai sejak pukul 09:00 wib ini menggeruduk tiga titik aksi yakni Sumber Batu Berkah dan Dealer Yamaha di PT. Lautan Teduh, Teluk Provinsi Lampung dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung.

Koordinator aksi, Yohanes Joko Purwanto, dalam orasi politiknya mengatakan bahwa PHK sepihak merupakan tindakan yang tidak sesuai dengan undang-undang.

“PHK sepihak bisa dikategorikan sebagai kejahatan juga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Untuk itu, mempekerjakan kembali anggota FSBKU yang diPHK merupakan upaya kami untuk menegakkan Undang-undang, Ucapnya pada Kamis (05/07/2018).”

Massa menyegel kantor dealer Yamaha sebagai bentuk protes terhadap PHK sepihak. Foto: FSBKU
Massa menyegel kantor dealer Yamaha sebagai bentuk protes terhadap PHK sepihak. Foto: FSBKU

Ketua Divisi Advokasi FSBKU Provinsi Lampung, Reynaldo Sitanggang, menjelaskan bahwa pemecatan secara sepihak sebagai upaya pelemahan dan pemberangusan serikat.

“Pemecatan ketua serikat di dua perusahaan ini terindikasi untuk memberangus serikat pekerja, belum lagi intimidasi yang dilakukan oleh pihak management, semakin menguatkan dugaan kami dan tentunya melanggar undang-undang tentang serikat pekerja, tuturnya.”

Pemuda yang akrab disapa Aldo ini pun menjelaskan bahwa tindakan perusahaan tersebut merupakan tindakan pidana.

” Jika terbukti melakukan pemberangusan serikat, pimpinan perusahaan bisa terkena pidana 1 sampai 5 tahun atau denda Rp.100.000.000 hingga Rp. 500.000.000, tutupnya.”

Dalam aksi massa ini turut bersolidaritas beberapa organisasi mahasiswa seperti Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung, Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) dan Organisasi Buruh FSP2KI-Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI).

Sumber: kubaca.net

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here