aku menyebutmu furo..
pengembara yang meniti hidup di garis kematian..
jejakmu meninggalkan nyanyian jiwa..
bagi kehidupan yang berganti,
pencarianmu memahatkan kisah..
pada ceruk-ceruk hati yang luka,
hasratmu adalah gunung karang yang membara,
aku menamakanmu furo..
pengembara yang memberontak
dan berjalan di garis kematian,
jauh dalam dekapan malam,
dalam kesendirian,
di lorong waktu yang kelam,
kutemukan air mata
yang mengalirkan kerinduan menuju rumah..
yang penuh rasa…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here