Aksi di depan pabrik, satpam dan polisi Antapani memukuli buruh Sandang Sari

0
258

Pernyataan Sikap Bersama Masyarakat Sipil

Pada tanggal 22 Juni 2020, tiga buah mobil petugas kepolisian dari Polsek Antapani bersama dengan BABINSA, BABINMAS, Security perusahaan, RT dan RW setempat melakukan penghalangan proses perundingan sengketa ketenagakerjaan antara buruh dan manajemen CV Sandang Saritex

Upaya penghalangan tersebut diwarnai tindak kekerasan oleh satpam perusahaan dan petugas polisi dari polsek antapani sehingga menyebabkan 3 buruh CV Sandang Saritex terluka.

Perundingan tersebut dilakukan dalam upaya penyelesaian permasalahan PHK sepihak yang dilakukan kepada 10 pengurus Serikat Buruh Mandiri Federasi Sebumi (SBM F SEBUMI).

Pada perundingan sebelumnya terkait permasalahan Upah selama libur COVID-19, perusahaan mengambil keputusan sendiri tanpa adanya persetujuan dari buruh/SP/SB untuk membayar upah buruhnya selama libur COVID-19 sebesar 35%. Artinya, perusahaan berutang upah sebanyak 65%. Selain itu, perusahaan juga melakukan pembayaran THR yang dicicil selama 3 bulan  tanpa persetujuan dari buruh pula

Atas masalah ini, 500 buruh Sandang Saritex yang mayoritas adalah buruh perempuan melakukan aksi protes terhadap tindakan perusahaan dimasa pandemik Covid-19. Hal ini ditempuh setelah sebelumnya buruh telah melewati berbagai perundingan yang berakhir buntu.

Namun upaya tersebut direspon oleh manajemen CV dengan gugatan sejumlah 12 Milyar kepada 210 buruh.

Perundingan bipartite yang dijanjikan oleh HRD CV. SANDANG SARI tidak dapat terlaksana karena dia telah kabur duluan dan mengingkari janjinya.  Hal inilah yang menjadi pemicu buruh untuk kembali berkumpul didepan gerbang perusahaan dan mengakibatkan terjadinya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Security perusahaan dan Polsek Antapani.

Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Polsek Antapani merupakan sebuah bentuk pelanggaran atas konvensi internasional atas hak sipil dan politik serta konvenan internasional hak ekonomi sosial dan budaya.

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh Polsek Antapani menyebabkan seorang buruh perempuan mengalami retak dibagian punggung bagian belakang sehingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan pertolongan medis.

Tindakan kekerasan tersebut telah melanggar Pasal 6 ayat b dan Pasal 11 Perkap no 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Poin 6 huruf c ayat 2 dan 3 serta Perkap no 1 tahun 2005 tentang Pedoman Tindakan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Penegakan Hukum dan Ketertiban dalam Perselisihan Hubungan Industrial.

Atas tindakan tersebut kami menuntut :

  1. Mengecam semua bentuk kekerasan yang dilakukan oleh petugas kepolisian dari Polsek Antapani.
  2. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penyelidikan kepada anggotanya yang terlibat dalam tindakan kekerasan  terhadap buruh CV Sandang Sari
  3. Menuntut untuk menarik seluruh pasukan TNI-POLRI dalam setiap sengketa hubungan industrial
  4. Menuntut pihak perusahaan CV Sandang Sari membayarkan upah dan THR secara penuh.
  5. Menghentikan pemberangusan serikat buruh yang dilakukan melalui PHK sepihak.
  6. Mempekerjakan kembali seluruh buruh sandang saritex yang terkena PHK sepihak.
  7. Menuntut pihak Kepolisian Republik Indonesia dan manajemen CV Sindang Sari untuk mengganti biaya pemulihan kesehatan yang dialami oleh buruh.

 

Bandung 23 Juni 2020

 

Pernyataan sikap ini dikeluarkan dan didukung oleh:

  1. SBM F SEBUMI CV.Sandang Sari
  2. LBH-Bandung
  3. PBHI Jawa Barat
  4. Paralegal Jawa Barat
  5. Konfederasi Serikat Nasional (KSN)
  6. Partai Rakyat Pekerja (PRP)
  7. KATARSIS (Kelompok Studi Kebijakan dan Demokrasi)
  8. Srikandi Patroman
  9. SP PPMI SPSI di PT Jasamarga Bandung
  10. Suara Perempuan Bandung (SPB)
  11. FSP PPMI SPSI Bekasi Raya.
  12. Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP)
  13. LION (Local Initiative for OSH Network)
  14. FORUM JUANG TAMANSARI BANDUNG
  15. Aliansi Rakyat Anti Penggusuran
  16. Cimahi Community
  17. Perkumpulan PADI Indonesia
  18. Yayasan Etnika Semesta Katulistiwa Kaltara
  19. The Institute for Ecosoc Right
  20. SP PPMI SPSI PT. Jasamarga Bandung
  21. Suara Perempuan Bandung (SPB)
  22. FSP PPMI SPSI Bekasi Raya
  23. GEBER BUMN
  24. Perempuan Mahardika
  25. GSBI Tangerang
  26. Samahita Bandung
  27. KPRI (Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia)
  28. FBTPI
  29. DROUPADIh
  30. Federasi SARBUPRIh
  31. Yayasan Earthqualizer
  32. GSBI Kalbar
  33. Link-Ar Borneo
  34. Layung Kalimantan
  35. Serikat Buruh Kebun Kalbar.
  36. BBKH FH UNPAS
  37. Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU- KSN)
  38. Srikandi Pasundan.
  39. Koalisi Buruh Sawit

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here