Aksi Buruh Tangerang Protes Omnibus Law Diblokade Aparat

0
310
Aksi massa buruh dari Tangerang yang memprotes UU Omnibus Law Cipta Kerja dihadang oleh polisi pada Selasa (6/10). Foto: FSBKU

Massa buruh yg terdiri dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) dan Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) melakukan aksi protes, pada Selasa, 6 Oktober 2020, menuntut dibatalkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Massa aksi sejumlah 300 ribu orang ini awalnya bergerak dari kota Tangerang dengan tujuan Tol Bitung. Sayangnya, para massa aksi mendapat hadangan dari aparat polisi dalam perjalanan menuju Bitung, tepatnya di depan Kawasan Industri Telesonik, Jatake, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten.

Dalam menjalankan tugasnya, aparat sengaja memblokade massa buruh dengan mobil polisi yang diparkirkan di tengah Jalan Raya Telesonik, Jatake tersebut sambil mengintruksikan agar kawan-kawan buruh segera balik kanan atau pulang ke rumahnya masing-masing. Setelah beberapa saat, akhirnya massa yang tersisa hanya KASBI dan FSBKU. Dua serikat buruh tersebut memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan menuju titik akhir melalui jalur lain alternatif, melewati jalan kampung.

Tidak hanya di kota Tangerang, kejadian serupa pun ditemukan Kabupaten Tangerang. Pemblokadean jalan dilakukan oleh pihak aparat, tepatnya di Jalan Raya Bitung hingga jalan menuju Tol Bitung. Massa aksi dari FSBKU, KASBI, SPSI 1973, SPSI Citra, dan SPSI Tangerang 2 yang awalnya akan berkumpul di Lapangan Pertamina Bitung pun tidak dapat melanjutkan perjalanannya. Jumlah peserta dari massa aksi tersebut diperkirakan mencapai 500 ribu orang.

Berdasarkan pengamatan lapangan, sempat juga terjadi insiden penangkapan mahasiswa oleh pihak polisi di titik kumpul Lapangan Pertamina Bitung. Kelompok mahasiswa tersebut dilaporkan berniat mengikuti aksi bersama kawan-kawan buruh dari Cibadak, Balaraja hingga ke Lapangan Pertamina Bitung. Adapun motif penangkapan mahasiswa tersebut belum diketahui.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here